Laporkan Masalah

Resiliensi Dan Strategi Pengembangan PO. Sayur Organik Merbabu Melalui Kelompok Tani Citra Muda Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Jawa Tengah Pada Masa Pandemi COVID-19

MUHAMMAD YUSUF MUSA, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.; Yuhan Farah Maulida, S.P., M.AAPDA

2022 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN

Pada awal Maret 2020 pemerintah indonesia mengumumkan kasus pertama pandemi COVID-19, sejak saat itu regulasi dan pembatasan memberikan dampak langsung bagi kegiatan masyarakat. Pertanian sebagai sektor utama pada produksi pangan memiliki tanggung jawab penting terhadap ketahanan pangan nasional. Bertolak belakang dengan yang terjadi pada sektor serupa yang terpuruk pada masa pandemi, kelompok tani Citra Muda mengalami peningkatan hasil pada usahatani hortikultura organik hingga tiga kalilipat dibanding sebelum masa pandemi. Penelitian ini membahas tingkat resiliensi dan strategi pengembangan kelompok tani citra muda sebagai elemen sosial pada produksi pangan di masa pandemi COVID-19. Tingkat resiliensi sebagai variabel kuantitatif ditentukan menggunakan RQ (Resilience Quotient) test pada anggota kelompok tani, faktor penentu resiliensi dijelaskan melalui temuan empiris, strategi pengembangan sebagai variabel kualitatif ditentukan dengan analisis SWOT. Delapan dimensi resiliensi pada RQ test menunjukkan bahwa kelompok tani Citra Muda mencapai tingkat “resilien” sebagai kelompok. Temuan empiris merujuk pada kepemimpinan, usia dan pengalaman, jejaring sosial, gayahidup dan lingkungan, diversifikasi dan inovasi ekonomi sebagai faktor penentu resiliensi pada tingkat resiliensi yang dicapai. Beberapa strategi pengembangan berdasarkan analisis SWOT merujuk pada pengingkatan produksi hortikultura organik dengan berfokus pada kualitas produk, sumberdaya manusia optimasi teknologi informasi, pemberdayaan petani muda dan masyarakat rural, pengelolaan hama terpadu, kolaborasi dan manajemen resiko dalam upaya penanggulangan fluktuasi harga, dan konservasi lingkungan.

In early March 2020 Indonesian Government announced the first case of the Covid-19 pandemic, since then all regulations and restrictions had impact on community activities. Agriculture as primary sector on food producing had important responsibility due to national food security. Contrary to what happened in a similar sector that collapsed during the pandemic period, Citra Muda farmers group rise their outcome as organic horticulture business tripled than before pandemic period. This research examines resilience level and development strategy of Citra Muda farmers group as social element on food production during Covid-19 pandemic. Resilience level as a quantitative variable determined through Resilience Quotient (RQ) test on farmers group member, resilience determinant factor explanation based on empirical findings, development strategy as a qualitative variable determined by SWOT analysis. Eight dimensions of RQ test revealed that Citra Muda Farmers group achieved on level “resilient” as a community. Empirical findings discovered leadership, age and experience, social network, lifestyle and environment, economic diversification, and innovation as determinant factors on resilience level achievement. Several development strategies based on SWOT analysis implied on enhancing organic horticulture product by focusing on product quality, human resources, IT optimization, youth farmer and rural community empowerment, integrated pest management, collaboration and risk management on pricing fluctuation overcome, and environmental conservation.

Kata Kunci : Resiliensi, RQ test, strategi pengembangan, kelompok tani hortikultura organik, petani muda, COVID-19/resilience, RQ test, development strategy, organic horticulture famers group, youth farmers, covid-19

  1. S1-2022-398861-abstract.pdf  
  2. S1-2022-398861-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-398861-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-398861-title.pdf