Laporkan Masalah

Kesiapsiagaan Masyarakat Dan Pemerintah Kota Dalam Menghadapi Potensi Bencana Banjir Pasang Dan Penurunan Muka Tanah Di Kota Semarang

INGE SATNA ARIYANTO, Dr. Erlis Saputra, M.Si.

2022 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kota Semarang yang mengusung konsep pembangunan Waterfront City, memiliki peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat pesisir. BPBD Kota Semarang mencatat sebanyak 37,4% bencana yang terjadi selama satu dekade terakhir merupakan bencana banjir, baik yang diakibatkan oleh curah hujan ataupun banjir pesisir. Bahkan bencana tersebut semakin diperparah dengan adanya penurunan muka tanah yang terjadi di sepanjang daerah utara hingga timur laut Kota Semarang. Kesiapsiagaan merupakan kegiatan manajemen bencana yang diharapkan dapat menangani bencana dengan cepat dan tepat, yang membantu penanganan bencana menjadi lebih terstruktur. Harapannya pengelolaan keadaan darurat ini dapat mencapai respon pengurangan risiko bencana yang bersifat proaktif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan kondisi dan tingkat kerawanan bencana banjir pasang dan penurunan permukaan tanah di wilayah pesisir Kota Semarang, 2) Menganalisis kesiapsiagaan masyarakat wilayah pesisir dalam menghadapi kerawanan bencana, dan 3) Menganalisis kesiapsiagaan Pemerintah Kota Semarang dalam menghadapi kerawanan bencana. Penelitian ini secara lebih lanjut juga mempertimbangkan berbagai variasi penggunaan lahan, yang dilakukan melalui teknik non probability sampling, dengan jenis sampling berupa purposive random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan data sekunder dan studi literatur, kuesioner terbuka, serta wawancara mendalam. Kemudian penelitian kualitatif ini diolah melalui kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di beberapa daerah penelitian saat ini sudah tidak terendam banjir pesisir. Hingga saat ini, daerah yang masih terendam banjir pesisir hanya yang berbatasan langsung dengan laut. Sedangkan untuk penurunan tanah sendiri hingga saat ini masih masif terjadi dengan laju penurunan antara 10-30 cm/tahun. Kesiapsiagaan masyarakat diklasifikasikaniv menurut unit analisisnya, yaitu rumah tangga dan komunitas, serta pihak swasta. Dimana semua pihak terkait sudah memiliki kesiapsiagaan yang sangat baik, yang didukung dengan keterlibatan dari berbagai pihak secara swadaya. Kesiapsiagaan Pemerintah sendiri secara umum memiliki konsep terintegrasi untuk mengentaskan permasalahan banjir dan banjir pasang di Kota Semarang

Semarang City that carries the concept of Waterfront City development, has an opportunity as well as a challenge for the coastal community of Semarang City. BPBD Semarang City recorded that 37.4% of disasters that occurred during the last decade were flood disasters, either caused by rainfall or coastal flooding. Moreover, the disaster was further exacerbated by the subsidence that occurred along the northern to northeastern areas of Semarang City. Preparedness is a disaster management activity that is expected to handle disasters quickly and accurately, which helps disaster management to be more structured. It is hoped that the management of this emergency can achieve a proactive and sustainable response to disaster risk reduction. This study aims to 1) Describe the condition and vulnerability level of tidal flooding and land subsidence in the coastal area of Semarang City, 2) Analyze the preparedness of coastal communities in facing disaster vulnerability, and 3) Analyze the preparedness of the Semarang City Government in dealing with disaster vulnerability. This study further considers various variations of land use, which is carried out through non-probability sampling techniques, with the type of sampling in the form of purposive random sampling. Data was collected through secondary data collection and literature study, open questionnaires, and indepth interviews. Then this qualitative research was processed through data reduction activities, data presentation, and conclusion drawing, which were analyzed by qualitative descriptive analysis. The results of this study indicate that some of the research areas are no longer inundated by coastal flooding. Until today, only areas that are still inundated by coastal flooding are directly adjacent to the sea. Meanwhile, land subsidence itself is still massive, with a rate of decline between 10-30 cm/year. Community preparedness is classified according to the unit of analysis, namely households and communities, as well as private parties. In which all relevant parties already have excellent preparedness, which is supported by thevi involvement of various parties independently. Government preparedness itself generally has an integrated concept to alleviate the problems of flooding and tidal flooding in Semarang city

Kata Kunci : Banjir Rob, Land Subsidence, Pembangunan Berbasis Pengurangan Risiko Bencana, Resilient CityTidal Flood, Land Subsidence, Disaster Risk Reduction Based Development, Resilient City

  1. S1-2022-426897-abstract.pdf  
  2. S1-2022-426897-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-426897-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-426897-title.pdf