ON PARENTAL SMOKING BEHAVIOR AND CHILD DEVELOPMENT (MEASURED IN HEIGHT-FOR-AGE): A STUDY CASE OF EASTERN INDONESIA USING THE IFLS EAST 2012
MUTIARA HELGA INDIRA, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIBerdasarkan tingginya prevalensi stunting dan jumlah perokok di Indonesia Timur, studi cross-sectional ini meneliti hubungan antara perilaku merokok orang tua (khususnya status merokok orang tua) dan perkembangan anak (diukur dalam height-for-age) pada anak usia 0-59 bulan di Indonesia Timur dengan menggunakan data IFLS 2012. Estimasi dilakukan menggunakan regresi logistic dan OLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara status merokok orang tua, kejadian stunting, dan kejadian severe stunting. Kurangnya pelaporan status merokok orang tua ketika prenatal kemungkinan besar bertanggung jawab atas hasil ini. Selain itu, tidak ada disparitas gender diantara kejadian stunting anak. Meski demikian, jumlah rokok yang dikonsumsi ibu, harga rata-rata rokok kretek per bungkus, dan rumah tangga dengan pengeluaran rokok yang setara dengan nilai median dan di atas nilai median memiliki asosiasi signifikan terhadap kejadian stunting. Untuk kejadian severe stunting, hanya harga rata-rata rokok kretek per bungkus saja yang asosiasinya signifikan. Fakor-faktor selain merokok yang berkaitan signifikan dengan kejadian stunting adalah tinggi ayah, tinggi ibu, berat badan anak yang rendah ketika lahir, jumlah anggota rumah tangga yang tinggal di rumah, jarak menit ke fasilitas kesehatan terdekat, dan tinggal di pedesaan. Sementara faktor-faktor selain merokok yang berasosiasi signifikan dengan kejadian severe stunting adalah tinggi ayah, tinggi ibu, anak yang lahir secara prematur dengan level moderate, dan jumlah anggota rumah tangga yang tinggal di rumah tersebut.
Drawing on the high prevalence of stunting and smokers in East Indonesia, this cross-sectional study examines the relationship between parental smoking behavior (particularly, parental smoking status) and child development (measured in height-for-age) on children aged 0-59 months in Eastern Indonesia using the Indonesian Family Life Survey (IFLS) East 2012. The estimation is done using logistic regression and OLS. Results show that there is no correlation between parental smoking status, stunting incidence, and severe stunting. The underreporting of prenatal smoking behavior is likely responsible for the disconnections. Gender disparity is also not found to have any association with height malnourishment. However, the number of cigarettes consumed by mothers and the average filtered clove cigarette price per pack are significantly associated with stunting. Household whose smoking expenditure is equal to or more than its median value is also associated with stunting incidence. As for severe stunting, only filtered clove cigarette price is significant. Other non-smoking factors that are significantly associated with stunting are paternal height, maternal height, child's low birthweight, household size, distance minutes to the nearest health facility, and being a rural resident. As for severe stunting, there are paternal height, maternal height, moderate prematurity, and household size.
Kata Kunci : parental smoking, stunting, logistic regressions, IFLS East 2012