Laporkan Masalah

Memahami Perilaku Perjalanan Masyarakat DKI Jakarta Pada Masa Pandemi COVID-19 Dengan Analisis Retrospektif

ABDUL QOYYUM, Dr. Agustinus Subarsono, M.Si., MA., Ph.D.

2022 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami perubahan yang terjadi pada perilaku perjalanan masyarakat DKI Jakarta disebabkan karena pandemi COVID-19 dengan melihat pola perjalanan dan penggunaan moda transportasi pada masa sebelum, awal, dan masa pertengahan pandemi COVID-19 di Indonesia. Untuk melakukan hal tersebut disini dilakukan penelitian kuantitatif dengan teknik analisa statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan pendekatan retrospektif. Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner online. Hasilnya ditemukan bahwa masyarakat DKI Jakarta mengurangi frekuensi perjalanannya secara signifikan pada masa awal pandemi. Sementara pada masa pertengahan intensitas perjalanan tersebut cenderung kembali meningkat meskipun masih di bawah frekuensi perjalanan sebelum masa pandemi. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa meskipun mengalami fluktuasi, namun urutan moda transportasi yang paling sering digunakan oleh masyarakat DKI Jakarta pada masa sebelum dan saat pandemi COVID-19 cenderung tidak berubah. Yakni secara berturut-turut adalah: kendaraan pribadi, transportasi umum, sarana ride-hailing, serta kemudian jenis sarana lainnya yang mencakup bersepeda dan berjalan kaki. Kemudian dari temuan-temuan tadi penelitian ini lebih lanjut mencoba memahami dan menjelaskan terkait hal-hal apa saja yang mungkin memengaruhi perubahan perilaku perjalanan tersebut dengan harapan darinya dapat diambil pelajaran yang berguna bagi pengambilan kebijakan oleh stakeholders terkait, maupun menjadi referensi pendukung bagi penelitian-penelitian berikutnya dalam topik yang sejenis. Dari hasil analisis yang dilakukan, diketahui terdapat 2 faktor utama yang memengaruhi perilaku perjalanan masyarakat DKI Jakarta pada masa pandemi COVID-19. Yaitu faktor kebijakan yang diterapkan pemerintah dan persepsi risiko dari tiap-tiap individu.

This study aims to explore and understand the changes that have occurred in the travel behavior of the people of DKI Jakarta (Jakartans) due to the COVID-19 pandemic by looking at the travel patterns and the use of transportation modes in the pre, early, and middle periods of the COVID-19 pandemic in Indonesia. To do this, quantitative research is carried out using descriptive statistical analysis and inferential statistics techniques with a retrospective approach. The data of this study were obtained through the distribution of online questionnaires. The results found that the people of DKI Jakarta reduced the frequency of their trips significantly at the beginning of the pandemic. Meanwhile, in the middle period, the intensity of travel tends to increase again, although it is still below the frequency of travel before the pandemic period. From this study, it is also known that despite fluctuations, the order of transportation modes that are most often used by the people of DKI Jakarta in the period before and during the COVID-19 pandemic tends to remain unchanged. Namely in a row are: private vehicles, public transportation, ride-hailing, and then other types of modes which include cycling and walking. Then from these findings, this study further tries to understand and explain what things might influence changes in travel behavior in the hope that lessons can be drawn from it that are useful for policy making by relevant stakeholders, as well as being a supporting reference for future research regarding similar topic. From the results of the analysis, it is known that there are 2 main factors that influence the travel behavior of the people of DKI Jakarta during the COVID-19 pandemic. Namely the policy factors applied by the government and the risk perception of each individual.

Kata Kunci : perilaku perjalanan, pandemi COVID-19, DKI Jakarta, kebijakan pemerintah, persepsi risiko, pendekatan retrospektif, kuesioner online / travel behaviour, COVID-19 pandemic, DKI Jakarta, government policy, risk perception, retrospective approach, online que