Laporkan Masalah

Ruang Publik di Kota Padang dengan Pendekatan Desain Biofilik

NAUFAL MUFID, Dr.Eng. Nedyomukti Imam Syafii, S.T., M.Sc.

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Kebutuhan dan permintaan terhadap infrastruktur kota yang kian meningkat memicu terjadinya alih fungsi lahan perkotaan. Ruang-ruang hijau yang semestinya mampu memberi manfaat bagi keberlanjutan sebuah kota terus mengalami pengurangan. Guna mengefektifkan lahan tak jarang RTH pada kawasan perkotaan dimanfaatkan lebih lanjut di luar fungsi ekologisnya. Di Kota Padang, pemanfaatan RTH di luar fungsi ekologis ini masih sangat terbatas terutama sebagai wadah sosial budaya. Sebagai salah satu bentuk penawaran sebuah kota terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakatnya, maka sudah sewajarnya bagi sebuah kota untuk menyediakan ruang-ruang hijau yang mampu menjadi wadah kegiatan sosial masyarakat sekaligus sebagai area rekreasi dan relaksasi di tengah padatnya aktivitas kota, salah satunya dapat diwujudkan dalam bentuk taman yang dijadikan sebagai ruang publik kota. Datang dari sisi yang jauh dari permasalahan ruang hijau, di mana Kota Padang merupakan salah satu kota wisata. Kuliner khas Minangkabau yang dimiliki menyimpan potensi yang besar dalam mendukung wisata tersebut. Namun, persaingan pasar kuliner yang semakin ketat menjadi sebuah ancaman bagi eksistensi kuliner khas Minangkabau khususnya di Kota Padang. Kehadiran taman kuliner dengan jajanan lokal menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan tersebut, di samping sebagai bentuk upaya mempertahankan eksistensi kuliner khas Minangkabau kehadiran taman kuliner pada ruang publik kota akan memberi daya tarik tersendiri. Berangkat dari permasalahan dan potensi tersebut, perancangan taman yang terintegrasi dengan taman kuliner dalam wujud ruang publik menjadi solusi yang dapat ditawarkan. Dengan pendekatan desain biofilik diharapkan ruang publik mampu menjadi ruang hijau yang rekreatif dan wadah relaksasi bagi masyarakat kota. Pendekatan ini diharapkan juga mampu mengintegrasikan taman kuliner sebagai bangunan dengan taman sebagai tempat yang menawarkan unsur-unsur alam di dalamnya, dengan begitu terciptalah sebuah ruang publik yang inklusif bagi pengguna dan lingkungannya.

Increasing of need and demand for urban infrastructure triggers the urban land function conversions. Green spaces that should be able to provide benefits for the sustainability of a city always decreasing. To make land effective in urban areas, green spaces are usually used for further needs beyond its ecological function. In case of that In Padang city, the use of green space outside its ecological function is still very limited, especially as socio-cultural space. As one of the cities that offers to improve the life quality of its people, it has become reasonable thing for Padang city to provide green spaces for become a place for social community activities as well as a recreation and relaxation area amid busy city activities, one of them can be realized with a park that used as a city public space. On the other side, Padang city is one of the tourism cities. Minangkabau's cuisine as a typical culinary in Padang city have great potential in supporting this tourism. However, the increasingly fierce competition in the culinary market becomes threat to the existence of Minangkabau's culinary, especially in Padang city. The presence of culinary park with local food is one of solution to this problem. Besides being an effort to maintain the existence of Minangkabau's culinary, the presence of culinary park in the city public space will provide its own charm. From these problems and potentials, public park design that is integrated with culinary park in the public space form become solution that can be offered. With biophilic design approach, it hoped that public space become a recreational green space and a place for city resident relaxation. This approach is also expected to be able to integrate the culinary park as a building with the park as a place that offers natural element in it, thus created an inclusive public space for users and environment.

Kata Kunci : ruang publik, sentra kuliner, rekreatif, desain biofilik, arsitektur komersial

  1. S1-2022-424921-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424921-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424921-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424921-title.pdf