Audit Praktek lapangan asuhan keperwatan dan pembelajaran lapangan mahasiswa Akper Waingapu di Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha
NGARA, Andrianus, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH,DrPH
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pelayanan perawatan adalah salah satu bagian sistem integral kesehatan yang pelanggannya adalah individu, keluarga dan masyarakat sebagai klien rumah sakit terutama kualitas layanan keperawatan belum memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat. Problem layanan keperawatan seperti perawatan keperawatan yang tidak memuaskan dirasakan oleh klien dan keluarganya. Jalan keluar dari masalah ini dibangun oleh Akademi Perawat, Departemen Kesehatan Waingapu bekerja sam dengan Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha Waingapu, dengan mencoba memperbaiki kualitas keperawatan didasarkan atasprinsip simbiosa mutualisme. Bentuk kerjasama adalah lapangan praktek bagi siswa Akademi Perawat. Dengan demikian Akademi Perawat memperoleh lahan praktek dan fasilitas, sedangkan RSUD memperoleh bantuan tenaga yang berpengalaman dari Akademi Perawat. Dengan adanya kerjasama ini akan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di RSUD maupun mutu pendidikan Akper yang sama-sama akan berdampak pada kepuasan pasien/ masyarakat atas pelayanan keperawatan. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang mtu asuhan keperawatan yang dilakukan oleh mahasiswa Akper. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan mengaudit dokumen pengasuhan keperawatan setelah mahasiswa mendapat pelajaran praktek rawat keperawatan. Hasil: Hasil penelitian dari evaluasi implementasi pengasuhan keperawatan diperoleh bahwa mahasiswa perawat dengan nilai A (23.8%) dan mahasiswa dengan nilai B (76.2%). Evaluasi dari pelaksanaan ketrampilan adalah mahasiswa dengan nilai A sebanyak 50% dan 50% lainnya mendapat nilai B. Kesimpulan: Praktek dan implementasi pengasuhan keperawatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, namun harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan secara berkala dan berkesinambungan untuk tiap tiga bulan atau empat bulan sepanjang tahun . Hal ini perlu dilakukan karena masih ada mahasiswa yang memperoleh nilai “cukup†pada pelaksanaan asuhan keperawatan dalam hal menentukan diagnose keperawatan sebanyak 19.0% dan dalam hal perencanaan sebanyak 52.4%, kemudian untuk keterampilan pengasuhan keperawatan sebanyak 19.1%. Dengan adanya pelatihan asuhan keperawatan secara berkala dan berkesinambunan, maka dapat diharapkan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di RSUD Umbu Rara Meha dan mutu pendidikan Akademi Perawat Waingapu.
Background: Nursing service is part of health integral system so the customer were a person, family, and society as client in the hospital. Especially nursing service quality has not yet fullfilled need and demand of public. The nursing service problem as 'Unsatisfaction • of nursing care was felt by the family and clients. The way out of the problem by built of Nursing Academy of Health Department of Waingapu cooperation with Regional Public Hospital of Umbu Kara Meha try to improve the quality of nursing care based on simbiosis mutualism principle. The form of cooperation is field practice for student of Nursing Academy. Therefore, Nursing Academy of Waingapu had obtain practice field and fasilities, while Regional Public Hospital of Umbu Rara Meha can obtain experienced employee in nursing service from the Academy. With that cooperation, hopefully it would increase nursing service quality at RSUD as well as educational quality at Nursing Academy that alltogether will affect patient satisfaction in nursing service. Objective: The aimed of the study was to describe the existence nursing care after the student held nursing practice. Method: The research used a cross sectional approach with auditing the nursing care document after the students held nursing care practice. Result: The result of this research from evaluation of nursing care implementation showed that nursing students get grade A level (23.8%) and grade B level (76.2%). The evaluation from implementation of skill showed that 50% student got grade A level and 50% student get grade B level. Conclusion: The practice and implementation of nursing caring will increase the nursing service quality, but it should be maintained and by conducted a course gradually and sustainable technical assistant every three to four months through the year. It need to be done for some students still got mark "somewhat good", in the impelementation of nursing care: in setting up nursing diagnose (19%) and in planning of nursing caring (52.4%), and nursing caring skill (19.1%). With the existence of nursing care practice training and education, it was expected that the nursing service quality in regional public hospital of Umbu Rara Meha and Nursing Academy of Waingapu will improved.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan Masyarakat, Asuhan Keperawatan, Praktek Mahasiswa Akper