YOUTH SPACE SEBAGAI RUANG PERKEMBANGAN REMAJA DENGAN PENDEKATAN RESTORATIVE ENVIRONMENT DESIGN
NURMALITA S, Harry Kurniawan, ST., M.Sc., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTURPredikat sebagai kota pelajar menjadi salah satu faktor banyaknya remaja di Yogyakarta. Remaja perlu memenuhi tugas perkembangan dari aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional untuk nantinya dapat menjadi orang dewasa yang siap terjun di masyarakat. Pada proses perkembangan ini remaja dapat menghadapi tekanan yang diakibatkan adanya perubahan fisik, tuntutan akademis, maupun permasalahan hubungan dengan individu lain yang mengakibatkan terhambatnya proses perkembangan. Sekolah yang menjadi tempat dimana waktu remaja paling banyak dihabiskan seharusnya dapat menjadi tempat remaja mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, sosial dan emosionalnya. Namun pada realitanya perkembangan kognitif mendominasi sehingga remaja perlu memenuhi aspek lainnya dengan kegiatan di luar sekolah secara informal. Maka dari itu dibutuhkan fasilitas untuk remaja dapat mengembangkan kemampuan fisik, sosial, dan emosionalnya dengan suasana yang dapat membantu mengurangi rasa tertekan pada remaja.
The predicate as a student city is one of the factor in the number of adolescents in Yogyakarta. Adolescents need to fulfill their developmental tasks in the form of physical, cognitive, social, and emotional abilities so that later they can become adults who are ready to enter society. In this developmental process, adolescents can face stress caused by physical changes, academic demands, and relationship problems with other individuals that result in problems in the development process. Schools, which are places where adolescents spend most of their time, should be places where they can develop their physical, cognitive, social and emotional abilities. But in reality, cognitive development dominates so that adolescents need to fulfill other aspects with activities outside of school informally. Therefore, facilities are needed for adolescents to develop their physical, social, and emotional abilities in an atmosphere that can help reduce feelings of stress in adolescents.
Kata Kunci : Perkembangan Remaja, Youth Center, Restorative Environment Design