Penilaian dan Harapan Stakeholder Utama Terhadap Tarif dan Mutu Pelayanan Kamar Utama di RSUP Kota Yogyakarta
ANWAR, Choirul, dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc.,PhD
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Sejak pertengahan tahun 2000 RSUD Kota Jogyakarta membuka pelayanan baru yang ditujukan kepada masyarakat kelas menengah ke atas berupa pelayanan kamar kelas utama, dengan maksud meningkatkan kualitas pelayanan dan sekaligus mendapatkan pemasukan keuangan yang cukup untuk rumah sakit. Pada awal pengoperasiannya, tarif yang ditetapkan belum dihitung menurut unit cost atau biaya pelayanan, dan hanya berdasarkan penyesuaian terhadap tarif rumah sakit sejenis di sekitarnya. Demikian pula sistem pelayanan yang diberikan juga masih menyesuaikan dengan pelayanan rumah sakit di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pendapat dan harapan Stakeholder tentang tarif dan mutu pelayanan kelas utama (VIP) di RSUD Kota Jogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini merupakan suatu penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitiannya adalah; 1) stakeholder eksternal, yaitu DPRD dan pasien/keluarga; dan 2) stakeholder internal, yaitu dokter spesialis. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan pertanyaan terbuka, pedoman wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT) dan data yang didapatkan di analisis secara deskritif. Hasil: Hasil Penelitian, responden dokter spesialis secara garis besar berpendapat bahwa mutu pelayanan di kamar utama RSUD Kota Jogyakarta sudah cukup baik, dan ada keterkaitan antara tarif dan mutu pelayanan yang akan berdampak pada kepuasan pasien. Sedangkan pandangan anggota DPRD tentang kebijakan kenaikan tarif bahwa tidak berpendapat secara rigid tentang berapa tarif yang ditetapkan, yang penting adalah kebutuhan pasien tentang pelayanan kesehatan terpenuhi. Sebagian besar responden/pasien (70%) berpendapat tarif sekarang ini masih sangat rendah, sehingga rencana kebijakan kenaikkan tarif perlu adanya peningkatan mutu pelayanannya. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil wawancara dengan stakeholder menunjukkan tarif pelayanan kamar VIP di RSUD Kota Jogyakarta masih murah, mutu pelayanan kamar utama sudah cukup baik. Harapan stakeholder terhadap kebijakan kenaikan tarif kamar utama adalah dapat disertai peningkatan mutu pelayanan yang sesuai dengan standar profesi dan standar mutu pelayanan.
Background: Since the middle of the 2000 Yogyakarta Municipality Hospital opened new service to fulfill the demand to the middle and upper class by opening VIP room. This new product’s aims to improve the service quality and at the same time get financial source for hospital. In the early phase, tariff not yet been calculated according to unit cost, and only adjustedt to hospital tariff of a kind Yogyakarta Municipality. The research is aimed to discuss opinion and expectation of stakeholder about tariff and service quality of VIP room in Yogyakarta Municipality Hospital. Methods: The design of this study is observasional with cross sectional approach. The subject were: 1) external stakeholder, that is Local Parliament and patient/family, 2) internal stakeholder, that is the specialist. Qualitative approach is used in this study using questionnairs, Fogus group discussion and indepth interview. Whereas the data are qualitative and quantitative which are analyzed descriptively. Results: Patient’s opinion about the tariff is appropriate comparing with the service quality. But there are many complaints about tangible aspect of the hospital service.The increasing of the tariff should be delayed. specialists respondent said that there is relation between service quality and tariff to affect at patient satisfaction. They hope for the openness and fairness of their medical fee. The member of Local Parliament give the freedom of making the tariff, the most important is customer satisfaction. They hope that the VIP room will develop the commitment of the provider. The revenue of the VIP room is not for cross subsidy. Conclusion: It must be an improvement of the quality management that responsible to the customer satisfacion,especially the maintenance program. The tariff is not cross subsidy and the rational and fair tariff can increase commitment of the provider. The tariff shopuld equal to the quality of the service and meet the professional standard.
Kata Kunci : Manajemen Kesehatan Masyarakat,Mutu Layanan Kamar Utama,Harapan Stakeholder, stakeholder, tariff, customer satisfaction, quality of the service.