Daya Saing Usaha Tani Jahe Merah di Kabupaten Gunungkidul
MUHAMMAD NAUFAL R, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. ; Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISJahe Merah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. Jahe Merah banyak dimanfaatkan di Indonesia, salah satunya di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keunggulan komparatif usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul, (2) mengetahui keunggulan kompetitif usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul, (3) mengetahui dampak kebijakan pemerintah terhadap usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul, (4) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keunggulan komparatif usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul, dan (5) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keunggulan kompetitif usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilakukan di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden terdiri atas petani yang menjual hasil taninya. Metode analisis dalam penelitian ini adalah Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul tidak memiliki keunggulan komparatif (2) usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul memiliki keunggulan kompetitif, (3) pemerintah bersifat protektif terhadap output, input, dan input-output usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul, (4) semakin besar pengalaman, pendidikan, dan luas lahan maka akan meningkatkan keunggulan komparatif usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul, dan (5) semakin tingginya harga output dan produktivitas jahe maka akan meningkatkan keunggulan kompetitif usaha tani jahe di Kabupaten Gunungkidul.
Red ginger is one of horticulture plant that has many health benefits. Red ginger is widely used in Indonesia, one of them in Semin District, Gunungkidul Regency. This study aims to (1) knowing comparative advantage of ginger farming Gunungkidul Regency, (2) knowing competitive advantage of ginger farming in Gunungkidul Regency, (3) knowing the effect of government policy towards ginger farming in Gunungkidul Regency, (4) knowing affecting factors of ginger farming�s comparative advantage, and (5) knowing affecting factors of ginger farming�s of competitive advantage. The study is conducted in Semin District, Gunungkidul Regency with a sample of 40 ginger farmers who sold their harvest. Analyses method used in this study are Policy Analysis Matrix (PAM), and analysis of multiple linear regression. Results of this study are (1) ginger farming in Gunungkidul Regency has not comparative advantage, (2) but ginger farming in Gunungkidul Regency has competitive advantage. (3) Governments policy is protective for output, input, and input-output of ginger farming in Gunungkidul Regency, (4) the greater the experiences, education, and land area, it will increase comparative advantage of ginger farming in Gunungkidul Regency, (5) the higher price output and productivity, it will increase competitive advantage of ginger farming in Gunungkidul Regency.
Kata Kunci : Jahe Merah, daya saing, Policy Analysis Matrix, keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif, kebijakan pemerintah.