Laporkan Masalah

Referensi masyarakat Muhammadiyah Surakarta terhadap pelayanan kesehatan di sekolah melalui pendekatan metode analisis Konjoin

DEWI, Arlina, Prof.dr. H. Boy S. Sabarguna, MARS

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: RS PKU Muhammadiyah Surakarta sebagai RS Swasta yang dimiliki Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta merupakan sebagian aset organisasi. Diperkirakan total keluarga Muhammadiyah Surakarta +15% penduduk Surakarta, dan dari total warga Muhammadiyah ¾ -nya berada di sekolah Aisyiyah dan Muhammadiyah. Sementara dari penelitian pendahuluan diketahui bahwa dari total pasien rawa t inap RS PKU Muhammadiyah Surakarta selama 1 bulan hanya +1% yang merupakan anggota dan warga Muhammadiyah. Saat ini pasar potensial RS yaitu murid-murid dari 102 sekolah yang dimiliki PDM Kota Surakarta tersebut belum mendapat perhatian dari pihak manajemen RS. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keinginan dan kebutuhan tentang pelayanan kesehatan di sekolah dan mengetahui paket pemasaran sesuai preferensi masyarakat Muhammadiyah di sekolah untuk meningkatkan keputusan menggunakan jasa pelayanan RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Metode: Analisis konjoin digunakan sebagai metode untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap multiatribut jasa layanan yang akan ditawarkan. FGD dengan masyarakat Muhammadiyah pada tahap awal penelitian dilakukan untuk memperoleh atribut dan subatribut yang dibutuhkan konsumen, dan kemudian disusun secara ortohogonal menjadi 10 kartu paket pelayanan kesehatan di sekolah yang dibagikan kepada 100 responden yang terpilih secara Multistage Sampling untuk dianalisis sesuai metode analisis konjoin. Hasil: Analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa sampel penelitian mempunyai tingkat pengeluaran keluarga yang sesuai dengan populasi masyarakat Surakarta. Keanggotaan Muhammadiyah dalam keluarga siswa menunjukkan hanya sedikit perbedaan dalam riwayat memilih layanan rawat jalan dan inap di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Hasil analisis konjoin menunjukkan faktor yang terpenting bagi responden adalah frekwensi layanan kesehatan: 42% (responden menginginkan 1xseminggu), diikuti faktor pemberi layanan: 26% (responden menginginkann dokter) dan faktor penting ketiga pelayanan di luar jam sekolah: 18% (responden menginginkan siswa memiliki kartu anggota). Masalah kelengkapan obat di sekolah merupakan faktor yang tidak penting: 13% (responden menginginkan obat P3K). Kesimpulan: Paket pemasaran yang sesuai preferensi responden yang terpenting adalah memperhatikan faktor frekuensi waktu layanan : 1xseminggu, faktor penting kedua adalah pemberi layanan: dokter dan ketiga adalah pelayanan di luar jam sekolah: mempunyai kartu anggota. Faktor kelengkapan obat merupakan faktor yang tidak penting.

Background: As a private hospital belonging to Muhammadiyah District of Surakarta, PKU Muhammadiyah is part of the organization’s asset. It is estimated that the total number of Muhammadiyah society is about 15% of all inhabitants of Surakarta and of the total number of Muhammadiyah’s society, ¾ are in the Aisyiyah and Muhammadiyah schools. The previous studies showed that within one month, of the total number of inpatients of PKU Muhammadiyah hospital, only about 1% were members and society of Muhammadiyah. At present the potential markets of PKU Muhammadiyah hospital are school children of 102 schools belonging to the PDM (Muhammadiyah’s division of training) Surakarta have not got any attention from the hospital management. This study was aimed at analyzing the needs and wants in choosing hospital’s health service at schools and at finding out marketing package according to the preference of Muhammadiyah’s society to improve the decision to use the health service of PKU Muhammadiyah hospital, Surakarta. Methods: The conjoint analysis was used to find out consumers’ preference to multiattributes of health service offered. Focused Group Discussions with Muhammadiyah’s society in the early stage of study was done to get attributes and subattributes needed by consumers and then the attributes and subattributes were orthogonally arranged into 10 health service packet card at schools that were distributed to 100 respondents chosen through multistage sampling. Results: The analysis of respondents’ characteristics showed that the samples had levels of spending relevant with the population of Surakarta. The membership of Muhammadiyah in school children’s families showed that there was slight difference in the history of choosing inpatient and outpatient services in PKU Muhammadiyah hospital, Surakarta. The results of conjoint analysis showed the most important factor for respondents was health service frequency: 42% (respondents want 1 time a week), followed by factor of service provider: 26% (respondents want in physicians) and the third is the inpatient factor or out-of-school time service: 18% (respondents want in membership card). The wide variety of drugs available for students is a less important factor: 13% (respondents want in emergency drug). Conclusion: Marketing package that conforms with the preference of Muhammadiyah society should consider the frequency of the health service provided (i.e. once a week) as the most important factor. The next important factors are type of service provider (i.e. physician is preferred) and out-of-school time service predetermined hospital (supported with membership card). The wide variety of drugs available for students is a less important factor

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Layanan Kesehatan Sekolah,Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.