Laporkan Masalah

Peran Modal Komunitas Dalam Inovasi Olahan Pisang Kelompok Wanita Tani Kartini Kalurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok Kabupaten Sleman

NURLITA AMALIA, Alia Bihrajihant Raya, S.P.,M.P.,Ph.D.; Riesma Andiani, S.P., M.Sc.

2022 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN

Produksi pisang di Indonesia yang tinggi tidak sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakat, sehingga mengakibatkan banyaknya pisang yang tidak dimanfaatkan karena daya simpan buah pisang yang relatif singkat. KWT Kartini melakukan upaya pengolahan pisang untuk menjadikannya lebih tahan lama dan meningkatkan daya beli masyarakat. Pengolahan pisang yang tidak mudah, membutuhkan tenaga dan ketepatan waktu sehingga membutuhkan berbagai modal yang mendorong kelompok agar dapat berinteraksi antar produsen, pemangku kepentingan dan pihak terkait dengan modal komunitas. Modal komunitas memiliki tujuh komponen penting yaitu modal alam, fisik, finansial, politik, manusia, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan modal komunitas, mengetahui hambatan dan peluang, serta mengetahui peran modal komunitas dalam mendorong inovasi olahan pisang KWT Kartini Kalurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Terbentuknya modal komunitas diawali oleh KWT Kartini yang mengajak Kelompok Ternak Mendo Rukun dan Kelompok Swadaya Masyarakat Kompak Maju untuk bersama-sama memajukan potensi olahan pisang yang ada di Dusun Kalongan. Kotoran ternak menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan oleh KSM Kompak Maju sebagai pembuatan pupuk organik dan dijadikan sebagai pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman pisang yang ditanam KWT Kartini. Setelah pisang dapat dipanen, tanaman pisang diolah menjadi inovasi olahan yang dapat diperjualbelikan ke masyarakat luas. Hambatan yang terjadi didapatkan dari modal ekonomi, manusia dan politik. Sedangkan peluang yang ada didapatkan dari modal sosial, manusia, alam, budaya, dan fisik. Semua komponen yang ada dalam modal komunitas berperan dalam pengembangan inovasi olahan pisang Kelompok Wanita Tani Kartini Kalurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok Kabupaten Sleman.

The high production of bananas in Indonesia is not commensurate with the level of public consumption, resulting in many bananas that are not utilized due to the relatively short shelf life of bananas. KWT Kartini makes efforts to process bananas to make them more durable and increase people's purchasing power. Banana processing is not easy and requires energy and timeliness, so it requires various types of capital that encourage groups to interact between producers, stakeholders, and related parties with community capital. Community capital has seven important components, namely natural, physical, financial, political, human, social, and cultural capital. This study aims to determine the process of community capital formation, identify obstacles and opportunities, and determine the role of community capital in encouraging innovation of banana processed KWT Kartini Kalurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok, Sleman Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. The formation of community capital was initiated by KWT Kartini who invited the Mendo Rukun Livestock Group and the Kompak Maju Community Self-Help Group to jointly promote the potential of processed bananas in the Kalongan Hamlet. Livestock manure is a potential that can be utilized by KSM Kompak Maju as organic fertilizer and used as compost to fertilize banana plants planted by KWT Kartini. After the bananas can be harvested, the banana plants are processed into processed innovations that can be traded to the wider community. The obstacles that occur are obtained from economic, human, and political capital. While the opportunities that exist are obtained from social, human, natural, cultural, and physical capital. All components in the community capital play a role in the development of banana-processed innovations for the Kartini Women's Farmer Group, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman Regency.

Kata Kunci : Modal Komunitas, KWT Kartini, CSR Pertamina, Peran, Olahan Pisang

  1. S1-2022-424417-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424417-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424417-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424417-title.pdf