Pengaruh Ketebalan MLC (Multileaf Collimator) Terhadap Distribusi Dosis Target dan OAR (Organ at Risk) Dengan Teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) Pada Kasus Nasofaring
CECILIA NOVA WIJAYA, Darmawati, S.T., M.Si. F.Med; Ir. Anung Muharini, M.T.
2022 | Skripsi | S1 TEKNIK NUKLIRPerbedaan MLC (Multileaf Collimator) yang digunakan pada LINAC memiliki pengaruh terhadap akurasi pada saat segmentasi dan besar paparan dosis yang diterima target dan OAR. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta terhadap 10 data pasien kanker nasopharynx dengan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy). Variabel bebas penelitian ini adalah ketebalan MLC yang digunakan, yaitu 5 mm dan 10 mm, serta variabel terikatnya adalah konformitas dan heterogenitas dosis pada target dan distribusi dosis pada organ. Hasil dari penelitian ini adalah MLC dengan ketebalan 5 mm mampu memberikan penambahan pada nilai CI (Conformity Index) dibandingkan dengan ketebalan 10 mm, yaitu 6,38% tanpa optimasi dan 1,44% dengan optimasi, serta pengurangan pada nilai HI (Heterogeneity Index), yaitu 1,62% tanpa optimasi dan 1,44% dengan optimasi. MLC dengan ketebalan 5 mm mampu memberikan pengurangan pada rata-rata nilai dosis minimum dibandingkan dengan ketebalan 10 mm, yaitu 3,82% tanpa optimasi dan 4,74% dengan optimasi, tetapi dengan penambahan rata-rata dosis maksimum dan dosis rata-rata, yaitu 2,55% dan 1,36% tanpa optimasi, serta 1,38% dan 0,24% dengan optimasi. Ketebalan MLC yang semakin tipis membuat keakuratan dalam membuat lapangan penyinaran menjadi semakin tinggi, sehingga distribusi dosis pada target menjadi lebih baik. Lokasi target dan OAR bisa memberikan dampak pada dosis yang diterima.
MLC (multileaf collimator) thickness has an influence on accuracy during segmentation and dose distribution for the target and OAR. The study was conducted at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, using 10 nasopharynx cancer patients' data with IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) technique. The independent variable of this study is the thickness of the MLC used, which is 5 mm and 10 mm, and the dependent variable is the conformity and heterogeneity of dose distribution for target and dose distributions in organs. The results of this study are MLC with a thickness of 5 mm increases the CI (Conformity Index) compared to the thickness of 10 mm, which is 6,38% without optimization and 1.44% with optimization, and reduces the HI (Heterogeneity Index), which is 1,62% without optimization and 1.44% with optimization. MLC with a thickness of 5 mm reduces the average minimum dose value compared to a thickness of 10 mm, which is 3.82% without optimization and 4.74% with optimization, however, increases the average maximum dose and average dose, which is 2.55% and 1.36% without optimization, and 1.38% and 0.24% with optimization. Thinner MLC increases the accuracy in irradiation field segmentation; therefore, the dose distribution is better.
Kata Kunci : kanker nasopharynx, IMRT, MLC, distribusi dosis, conformity index, heterogeneity index