Hubungan antara masa menopause dengan aktivitas pengajaran guru sekolah dasar di Palembang
NENENG, Nyimas, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,PhD.,SpOG
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Angka harapan hidup wanita Indonesia mempunyai kecenderungan makin lama inakin meningkat, seiring dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2000 wanita yang berusia 50- 64 tahun, berjumlah 10.475.717 jiwa, sedangkan laki-laki pada usia yang sama hanya berjumlah 9.796.652 jiwa. Hal ini menunjukkan lebih banyak jumlah wanita daripada jumalah laki-laki pada kelompok urnur 50-64 tahun, termasuk didalamnya wanita yang menopause. Masa menoFause bagi wanita bukanlah suatu penyakit, melainkan kondisi yang wjar dan terjadi pada setiap wanita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi wanita yang sudah memasuki masa menopause ter hadap aktivitas pengajarannya di kelas, sehubungan dengan fungsi organ tubuhnya yang secara biologis mulai menurun. Metode : Penelitian ini bersifat observasional dengan raneangan Kohort Retrospektif. Subjek penelitian adalah guru sekolah dasar wanita yang sudah memasuki masa menopause sebanyak 68 orang, dan guru wanita yang belum menopause juga sebanyak 68 orang, jumlah keseluruhan responden 136 orang. Penbnmbilan data primer menggunakan angkct penelitian. Analisis data kuantitatif, distribusi frekuensi dengan univariabel, analisis bivariabel uji chisquurc dan analisis multivariabel uji regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan aktivitas pengajaran berdasarkan uji statistik tidak mempunyai hubungan yang bermakna, baik pada guru yang sudah menopause maupun pada guru yang belum menopause (p > 0,05). Aktivitas pengajaran yang lebih baik diberikan oleh guru-guru yang mempunyai pendidikan lebih tinggi (86,7%) dibandingkan dengan guru-guru yang iiieinpunyai pendidikan profesi yang lebih rendah (73,8%) akan tetapi u-ii statistik menunjukkan hubungan yang tidak bermakna (p > 0,OS). Status gizi ibu tidak inernpunyai hubungan yang bermakna terhadap aktivitas pengajaran (p > 0,OS). Jumlah tanggungan mempunyai hubungan yang bermakna terhadap aktivitas pengajaran, baik pada guru yang sudah menopause maupun guru yang belum menopause (p < 0,05). Jumlah pendapatan keluarga tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan aktivitas pengajaran (p > 0,05). Kesimpulan : Jumlah tanggungan merupakan faktor yang inempengaruhi aktivitas pengajaran pada guru, sedangkan status gizi, j umlah pendapatan keluarga, tingkat pendidi kan dan kondisi menopause tidak mempunyai hubungan yang bermakna terhadap aktivitas pengajaran (p > 0,05).
Background: The life expectancy of the Indonesian women tends to raise along with the increasing level of the Indonesian health. In the year of 2000 the number of women aged 50 to 64 was 10,475,717 while the number of men of the same age was 9,796,652. There were more women than men aged 50 to 64. It was showed that worlien included those who were in the menopause period. .Menopause in women was not a disease, but a common condition happens in all women. Objectives: This study was aimed at finding out the relationship between the condition of women who were in the menopause time and teaching activity in the classcooms as the function of their organs has biologically decreased. Methods: This was an observational study with retrospective cohort approach. The subjects were female elementary school teachers entering the menopause period and 68 female elementary school teachers who were not in the menopause period yet. The total number observation was 136 subjects. Primary data were obtained through questionnaires. The quantitative data analysis was done using univariable analysis by distribution frequency, chi-square test for bivariable analysis, and logistic regression test for multivariable analysis. Results: The results showed that based on the statistical test, the teaching activity had no relationship with both teachers who were in the menopause and not in the menopause period (p>0.05). The teaching activity is better done by teachers with better education (86.7%) than by those with lower education (73.8%), but the statistical test showed no significant relationship (p>0.05). The mother's nutritional status had no significant relationship with the teaching activity (p0.05). The number of family members had significant relationship with the teaching activity of both menopause teachers and who were not in the menopause period (p>0.05). The family income had no relationship with tcacliing activity (p>0.05). Conclusion: The number of family members was a factor that affecting the teaching activity, while the nutritional status, income, level of education and menopause condition had no significant relationship with teaching activity (p>0.05).
Kata Kunci : Kesehatan Ibu,Menopause,Aktivitas Pengajaran