RSUD Prambanan dengan Pendekatan Medical Tourism di Yogyakarta
GUMELAR WIBISANA A, Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch
2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTURKawasan Prambanan, di Kab. Sleman Sudah dikenal dunia akan area wisatanya. Adanya pertambahan populasi tentunya kita membutuhkan fasilitas yang lebih khususnya fasilitas rumah sakit. Sedangkan Prambanan, Sleman, saat ini hanya terdapat satu fasilitas rumah sakit bertipe C yang pengunjung rawat inapnya selalu meningkat. Dengan permintaan yang begitu banyak, saat ini RSUD Prambanan tidak dapat lagi mengembangkan ruang karena keterbatasan lahan.. Oleh karenanya, kita membutuhkan fasilitas rumah sakit yang lebih baru dan ber-tipe B. dengan begitu tetunya fasilitas yang ditawarkanpun mumpuni untuk melayani kebutuhan dan permintaan akan pelayanan kesehatan di Prambanan juga sekitarnya. Kemudian pendekatan desain ini adalah medical tourism untuk merespon lingkungan dan lokasi. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan bangunan rumah sakit yang dapat menyelaraskan tujuan wisata dan masyarakat sehingga berdampak positif pada pengalaman pemulihan pasien. Ada dua metode pengumpulan data dalam desain desain: pengumpulan data primer melalui survei lapangan, pengumpulan data sekunder berupa data yang dikumpulkan bekerja sama dengan organisasi terkait, dan penelitian literatur tentang rumah sakit dan pariwisata medis. Bangunan, pengembangan, lansekap, dan desain interior dapat organik, nyaman, dan dekat dengan alam, dengan mempertimbangkan lokasi, fungsi, bentuk, dan analisis spasial dalam desain setiap parameter desain wisata kesehatan rumah sakit. Ini memiliki dampak positif pada efek psikologis pasien yang dihasilkan dari pengalaman kesehatan dan pariwisata manusia.
Prambanan area, in Kab. Sleman The world is known for its tourist areas. With the increase in population, of course, we need more facilities, especially hospital facilities. Meanwhile, in Prambanan, Sleman, currently there is only one type C hospital facility whose inpatient visitors are always increasing. With so many requests, currently Prambanan Hospital can no longer develop space due to limited land. Therefore, we need newer hospital facilities and type B. So of course the facilities offered are more complete to support the needs and demands of health services in Prambanan and its surroundings. The approach chosen is medical tourism to respond to the environment and location. This approach is expected to create a hospital building that can harmonize tourism destinations and the community so that it has a positive impact on the patient's healing experience. There are two methods of data collection in the design design: primary data collection through field surveys, secondary data collection in the form of data collected in collaboration with related organizations, and literature research on hospitals and medical tourism. Building, development, landscaping, and interior design can be organic, comfortable, and close to nature, taking into account the location, function, form, and spatial analysis in the design of each hospital health tourism design parameter. It has a positive impact on patient health through the psychological effects that result from human health and tourism experiences.
Kata Kunci : Kata Kunci : Wisata, Medical Tourism, Rumah Sakit