Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh keluarga miskin di Kabupaten Lombok Tengah

NOVITA, Dian, dr. Hari Kusnanto, Dr.PH

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Untuk mengatasi dampak krisis ekonomi terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan,salah satu kebijakan yang dilaksanakan pemerintah yaitu melalui program JPSBK dimana keluarga yang tergolong miskin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis baik di Puskesmas maupun rujukannya dengan menggunakan kartu sehat/miskin. Dengan adanya program tersebut,kunjungan Gakin di Kabupaten Lombok Tengah untuk berobat ke Pustu dan Puskesmas semakin meningkat walaupun masih terdapat beberapa Gakin yang melakukan pengobatan ke fasilitas kesehatan diluar program JPS-BK, sehingga perlu disadari bahwa pemanfaatan dan pemilihan terhadap jenis fasilitas kesehatan yang dikunjungi merupakan dorongan dari kehendak pasien sendiri yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh keluarga miskin di Kabupaten Lombok Tengah dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei dengan rancangan Cross Sectional melalui pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif yang dikombinasikan untuk melengkapi informasi. Lokasi penelitian di Kabupaten Lombok Tengah, dengan anggota keluarga miskin sebagai sebagai unit analisis. Teknik pengambilan sampel secara proportional stratified random sampling dengan 115 responden sebagai sampel. Data dianalisis secara diskriptif dan statistik yaitu analisis bivariate (Uji Chi Square) dan analisis multivariate (regressi multinomial). Hasil Penelitian: Faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga miskin dalam memilih dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan adalah: faktor umur, tingkat pendidikan kepala keluarga, jarak, persepsi mengenai perjalanan, biaya transportasi, tarif/biaya pengobatan, fleksibelitas dan tingkat keparahan penyakit. Faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan jenis fasilitas pelayanan kesehatan jika dibandingkan berobat sendiri yaitu pendidikan KK, sedangkan terhadap dukun yaitu faktor jarak dan umur. Kesimpulan: Gakin dengan pendidikan KK tidak sekolah lebih banyak yang berobat sendiri daripada ke Pustu dan Puskesmas. Gakin dengan jarak yang dekat lebih banyak memanfaatkan Pustu dan Puskesmas daripada dukun, tapi sebaliknya terhadap dokter praktek dan RSUD dibandingkan dukun. Sebagian besar keluarga miskin yang melakukan pengobatan pada dukun dengan umur yang lebih muda.

have been done by our government, such as: the dissemination of various health service facilities to village area. Center Lombok district is second lowest rank after Dompu district (78%) at NTB province in the medical finding efforts and tendency of society to take medical service by themselves. One of the important factor that influence it situation is poverty. Almost 60% of Center Lombok district populations are come from poor family. The objective of this research is having a clear description about the utilization of health service facilities by poor people in Center Lombok district, and it influence factors. Research methodology: This research is survey research that use cross sectional design, which combine qualitative and quantitative methods for completing the information. The location of this research is in Center Lombok District, which take poor families as an analyzing unit. Research sampling technique is proportional stratified random that have 115 persons as a sample. Data was analyzed by descriptive and statistical analyzing methods that include bivariate analysis by chi square test and multivariate analysis by multinomial regression. Research result: Factors that influence health service facilities utilization by poor people in choosing and utilizing health service facilities are; age, education levels, distance, transportation fee, medical payment, flexibility and disease seriousness levels. In the comparison of health service facilities utilization with dukun utilization the most influence factors are distance and age. Conclusion: Poor people in close distance utilize Pustu and Puskesmas more than dukun, but the opposite result will be seen in private doctor and district hospital if compare with dukun. Most of the poor people that take a traditional medicine/dukun are young peoples/adults.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan Masyarakat,Keluarga Miskin,Pemanfaatan, utilization, poor people


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.