Laporkan Masalah

Upaya meningkatkan kemampuan kader dalam pemantauan perkembangan batita melalui pelatihan di Puskesmas Kecamatan Tojo Kabupaten Poso Sulawesi Tengah

MAMALA, Idawati Daeng, Prof.dr. Mohammad Hakimi, PhD.,SpOG

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Program pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan secara bermakna, namun masih banyak dijumpai berbagai masalah dan hambatan pembangunan tersebut. Salah satu indikator pembangunan di bidang kesehatan adalah angka kematian bayi (AKB). Hal ini perlu mendapat perhatian mengapa cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) masih rendah serta mengapa pelatihan masih kurang jika dibandingkan dengan pencapaian yang direncanakan. Untuk mendukung kader dan DDTK kelak, maka perlu diketahui kemampuan kader yang ada di masyarakat. Tujuan secara umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemantauan perkembangan anak batita umur 0 – 3 tahun melalui pelatihan sebagai upaya peningkatan cakupan DDTK di Puskesmas Kecamatan Tojo Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan rancangan non equivalent control group design. Subjek penelitian adalah kader kesehatan di Puskesmas Kecamatan Tojo Kabupaten Poso Sulawesi Tengah dengan teknik penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah materi pelatihan tumbuh kembang anak umur 0 – 3 tahun yang dimodifikasi. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pengetahuan dan keterampilan adalah kuesioner, daftar observasi keterampilan dan daftar tilik, kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan t-test dan Chi-Square dengan menggunakan program komputer SPSS versi 10.0. Hasil: Dari uji statistik pada kedua kelompok (experiment dan kontrol) sebelum diberikan pelatihan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p > 0,05). Kelompok kader yang diberikan pelatihan lebih dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan tentang perkembangan batita bila dibandingkan dengan kelompok kader yang tidak diberikan pelatihan. Begitu pula kelompok kader yang diberikan pelatihan lebih dapat meningkatkan kemampuan keterampilan dalam melaksanakan pemantauan perkembangan batita bila dibandingkan dengan kelompok kader yang tidak diberikan pelatihan (p < 0,05). Kesimpulan: Kelompok kader yang diberikan pelatihan lebih dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan tentang perkembangan batita bila dibandingkan dengan kelompok kader yang tidak diberikan pelatihan. Begitu pula kemampuan keterampilan dalam me mantau perkembangan batita.

Background: Health development program that has been done so far has significantly succeeded in improving the health level but there are still many problems and barriers for the development. One of the health development indicators is child mortality. Attention should be paid for why the growth and development early detection is still low and why training is done less often than the goal that has been planned. To support cadres and early detection on growth and development, cadres’ capability should be found out. This study was aimed at improving the cadres’ knowledge and skills in monitoring the development of under-three-year-old children (0-3 year) through training as an attempt to improve early growth detection coverage in the Public Health Service of Tojo Subdistrict, Poso Regency, Central Sulawesi. Methods : This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design. The subjects were health cadres of the Public Health Service of Tojo Subdistrict, Poso Regency, Central Sulawesi. The samples were taken using purposive sampling. The instruments were modified training materials of 0-3 years old child growth. The measurement instruments to find out the knowledge and skills were questionnaires, skill observation list, visiting list and development pre-screening questionnaires. Data analysis was done using t-test and Chi-square with SPSS version 10.0 computer program. Results: The statistical test for both groups (experiment and control groups) before training showed no significant difference (p>0.05). The group of cadres who got training can better improve their knowledge of under-three-year-old child development than the group without training. Similarly, the cadres with training can better improve their skills to monitor the under-three-year-old child growth than those without training (p<0.05). Conclusion: The group of cadres with training can better improve their knowledge of child growth and development than those without training. Similarly, they have better skills of monitoring the child growth than those without training

Kata Kunci : Kesehatan Anak,Kader Puskesmas,Balita


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.