Determinan Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kabupaten Gunungkidul
AMANIA ITTAQO, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec., ; Abi Pratiwa Siregar, S.P., M.Sc.
2022 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISPangan merupakan kebutuhan dasar tiap individu yang penting untuk dipenuhi agar stabilitas dan kedaulatan negara tetap terjaga. Terjaganya kondisi pangan suatu negara dapat dicerminkan oleh kondisi ketahanan pangan rumah tangga. Tantangan pemenuhan kebutuhan pangan seperti ketersediaan pangan dengan energi yang cukup dan pendapatan yang masih rendah menjadikan beberapa wilayah di Indonesia masih tergolong daerah rawan pangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga dan 2) mengetahui determinan tingkat ketahanan pangan rumah tangga. Sampel yang digunakan adalah 50 rumah tangga yang tinggal dan melakukan aktivitas sehari-hari di Kabupaten Gunungkidul. Tingkat ketahanan pangan dianalisis dengan pendekatan Jonsson dan Toole yang menggunakan klasifikasi silang antara persentase kecukupan energi dengan pangsa pengeluaran pangan. Kemudian, analisis regresi linier berganda digunakan untuk menentukan determinan tingkat ketahanan pangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1) distribusi tingkat ketahanan pangan rumah tangga sebesar 38 % tahan pangan, 14 % rentan pangan, 34 % kurang pangan, dan 14 % rawan pangan; 2) determinan tingkat ketahanan pangan rumah tangga meliputi pendapatan dan jumlah anggota rumah tangga.
Food is a basic need of each individual which is important to be fulfilled to maintain the stability and authority of the country. The maintenance of a country’s food condition can be reflected by the condition of household food security. The challenges of fulfilling food needs such as availabilitylity of food with sufficient energy and low income have made several regions in Indonesia still classified as food insecure areas. This study was conducted in Gunungkidul Regency, DI Yogyakarta which aims to 1) know the level of household food security and 2) know the determinants of household food security. The sample used was 50 households that live and carry out daily activities in Gunungkidul Regency. The level of food security was analyzed using the Jonsson and Toole approach which uses a cross-classification between the percentage of energy adequacy and the share of food expenditure. Then, multiple linear regression analysis was used to determine the determinants of household food security. The results of the study indicate 1) the distribution of household food security levels by 38% food secure, 14% vulnerable, 34% lack of food, and 14% food insecure; 2) determinants of household food security include income and number of household members.
Kata Kunci : ketahanan pangan rumah tangga, pangsa pengeluaran pangan, kecukupan energi