Gugatan Pelanggaran Hak Ekonomi terhadap Ciptaan Karya Tulis Hologramisasi atau Kinegramisasi Pita Cukai Tembakau/Rokok yang telah dilakukan Pengalihan Hak atas Pencatatan Ciptaan (Studi Kasus Putusan Nomor 419 K/Pdt.Sus-HKI/2020)
TRISNA FERANI PUTRI, Dina W. Kariodimedjo, S.H., LL.M., Ph.D
2022 | Skripsi | S1 HUKUMPenulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan hukum permohonan penundaan pengalihan hak cipta dalam sistem pengalihan hak atas pencatatan ciptaan di Indonesia, mengidentifikasi dugaan pelanggaran hak cipta yaitu pengadaptasian serta hak ekonomi ciptaan terhadap karya tulis hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau/rokok sehubungan dengan kegiatan usaha milik PT Pura Nusapersada (studi kasus Putusan No. 419 K/Pdt.Sus-HKI/2020). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian hukum yuridis-normatif. Data primer penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber dan data sekunder penelitian ini berasal dari studi kepustakaan. Keseluruhan data yang diperoleh dari hasil penelitian disusun secara sistematis, kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kedudukan hukum permohonan penundaan pengalihan hak atas pencatatan dalam sistem pengalihan hak atas pencatatan di Indonesia masih menjadi persoalan karena belum diatur secara tegas dan tertulis. Selain itu, kegiatan usaha PT Pura Nusa Persada (Tergugat I) berupa percetakan pita cukai tembakau dan hologram menggunakan cara hot stamping foil bukan merupakan suatu tindakan adaptasi atau pengalihwujudan dari karya tulis milik Kasim Tarigan (Penggugat) yang berjudul hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau/rokok karena kegiatan usaha Tergugat I lebih tepat dikategorikan sebagai suatu invensi yang mana invensi tersebut sebelumnya sudah pernah didaftarkan hak patennya oleh PT Pura Barutama (Tergugat II) dan kegiatan usaha Tergugat I berupa percetakan hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau/rokok dengan cara hot stamping foil tanpa seizin pencipta atau pemegang hak cipta bukan merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak ekonomi terhadap hak cipta karya tulis karena substansi dari karya tulis tersebut berdasarkan Pasal 41 UUHC 2014 tidak dilindungi oleh hak cipta sehingga tidak terdapat hak ekonomi di dalamnya.
This legal writing aims to determine the legal position of the application for postponement of copyright transfer in the system of transferring rights to the registration of copyright in Indonesia, to identify allegations of copyright infringement, which are adaptation and economic rights of creations entitled hologramized or kinegramized tobacco/cigarette excise ribbon related to the PT Pura Nusapersada business activities (case study of Judicial Decision No. 419 K/Pdt.Sus-HKI/2020). The type of research used in this research is juridical-normative law research. The primary data of this study were obtained from interviews with informants and the secondary data of this study were derived from literature studies. All the data analyzed by qualitative methods and described descriptively. Based on the research that has been done, it can be concluded that the legal position of the application for postponement of the transfer of rights to registration in the system of transferring rights to registration in Indonesia is still a problem because it has not been regulated explicitly and in writing. In addition, the business activities of PT Pura Nusa Persada (Defendant I) in the form of printing tobacco excise stamps and holograms using hot stamping foil are not an act of adaptation or conversion of Kasim Tarigan (Plaintiff)'s writing entitled hologramization or kinegramization of tobacco excise stamps/ cigarettes because the business activities of Defendant I are more accurately categorized as an invention in which the invention has previously been registered for a patent by PT Pura Barutama (Defendant II) and the business activity of Defendant I is in the form of printing holograms or kinegramization of tobacco/cigarette excise stamps by hot stamping foil. without the permission of the creator or copyright holder is not a violation of economic rights to the copyright of the written work because the substance of the written work based on Article 41 UUHC 2014 is not protected by copyright so that there are no economic rights in it.
Kata Kunci : Pengalihan Hak Atas Pencatatan Ciptaan, Adaptasi, Hak Ekonomi/ Transfer Rights of Copyrights, Adaptation, Economic Rights.