Laporkan Masalah

Penerapan Renewable Fuel Standard oleh Amerika Serikat terhadap Crude Palm Oil Indonesia dalam Kerangka Hukum World Trade Organization

LIA ROHMATUL IZZA, Prof. Dr. Nindyo Pramono S.H., M.S

2022 | Tesis | MAGISTER HUKUM BISNIS DAN KENEGARAAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan kebijakan Renewable Fuel Standard dari Amerika Serikat terhadap CPO Indonesia berdasarkan prinsip Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT Agreement). Tujuan lain dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi penerapan kebijakan Renewable Fuel Standard dari Amerika Serikat. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Penelitian normatif didasarkan pada sumber-sumber kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengkaji peraturan perundang-undangan atau hukum. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder yang berasal dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode berpikir induktif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan, pertama penerapan program Renewable Fuel Standard bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi yang diatur dalam Pasal 2.1 dan Pasal 2.2 TBT Agreement karena terbukti adanya Less Favourable Treatment yang merugikan perdagangan CPO pada persaingan pasar minyak nabati global. Kedua, upaya Pemerintah dalam mengatasi penerapan program tersebut adalah melakukan perbaikan tata kelola, evaluasi perizinan dan pengembangan industri kelapa sawit berkelanjutan. Pemerintah juga melakukan upaya-upaya diplomatis seperti harmonisasi dan recognisi standardisasi ISPO dengan standardisasi Internasional, serta bekerjasama dengan negara-negara produsen CPO untuk menolak penerapan kebijakan tersebut melalui konsultasi bilateral ASEAN dan WTO.

This research aims to determine and analyze the application of the Renewable Fuel Standard policy from the United States to Indonesian CPO based on the principle of the Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT Agreement). Another objective of this research is to find out the efforts of the Indonesian government in dealing with the implementation of the Renewable Fuel Standard policy from the United States. This research is a descriptive normative juridical research. Normative research is based on bibliographical sources which is carried out by reviewing legislation or laws. The main data sources used in this study are secondary data sources derived from primary legal materials and secondary legal materials. The research data were then analyzed qualitatively by using inductive thinking methods. The research results showed first, the application of the Renewable Fuel Standard program is contrary to the principle of non-discrimination as regulated in Article 2.1 and Article 2.2 of the TBT Agreement because it is proven that there is Less Favorable Treatment which is detrimental to the CPO trade in global vegetable oil market competition. Second, the Government's efforts to overcome the implementation of the program are to improve governance, evaluate licensing and develop a sustainable palm oil industry. The government also makes diplomatic efforts such as harmonization and recognition of ISPO standardization with international standardization, in cooperation with CPO producing countries to reject the implementation of these policies through bilateral consultations between ASEAN and the WTO.

Kata Kunci : Crude Palm Oil, Renewable Fuel Standard, Agreement on Technical Barriers to Trade, Discrimination

  1. S2-2022-465604-abstract.pdf  
  2. S2-2022-465604-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-465604-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-465604-title.pdf