Laporkan Masalah

PELAKSANAAN KEGIATAN SOSIAL-KEAGAMAAN DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19: STUDI PADA PEMUDA JAMAAH PENGAJIAN DI KABUPATEN MAGELANG

NUR HAFIFAH KHUSMAWATI, Dr. Sita Hidayah, M.A.

2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Pandemi Covid-19 merupakan situasi yang berdampak pada banyak orang dan sendi kehidupannya, tak terkecuali kalangan pemuda dan kegiatan pengajian yang mereka laksanakan. Kabupaten Magelang yang berada dalam zona merah penyebaran Covid-19 membuat pengajian diharapkan dapat tunduk pada himbauan pembatasan kegiatan sosial-keagamaan yang dikeluarkan oleh MUI atau beralih ke pengajian daring. Dengan stereotipnya sebagai kalangan paling melek IT dan media sosial, pemuda dianggap banyak tahu tentang informasi terkait Covid-19 hingga membuatnya dianggap layak untuk menjadi pelopor dari upaya untuk keluar dari dampak Covid-19 di atas. Asumsi populer tersebut membuat banyak orang lupa bahwa pemuda juga dapat menjadi kalangan yang terjebak dalam disinformasi terkait Covid-19 dan ketidakpatuhan terkait penerapan protokol kesehatan. Studi ini ingin mendalami mengenai mengapa pemuda jamaah pengajian tetap melaksanakan pengajian di tengah situasi pandemi Covid-19, bagaimana pengetahuan dan sikap pemuda jamaah pengajian terhadap pandemi Covid-19 dan bagaimana perilaku pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh pemuda jamaah pengajian. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, studi yang dilakukan di Kabupaten Magelang pada kurun April hingga Mei 2021 ini melakukan pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan studi pustaka. Data yang telah diperoleh lantas dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan interpretatif. Studi ini melibatkan 5 pemuda jamaah pengajian dengan rentang usia 18 s/d 22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Dengan perantara metode-metode di atas, dapat diketahui bahwa pengetahuan pandemi Covid-19 yang dimiliki para pemuda jamaah pengajian telah terbagi menjadi 2 kecenderungan. Perantara berupa pendidikan formal, media massa dan media sosial, pengalaman orang lain serta pengajian, telah membuat pemuda jamaah pengajian memiliki kecenderungan untuk mengaitkan pandemi Covid-19 dengan fenomena sains dan juga yang mengaitkan pandemi Covid-19 dengan fenomena relijius. Pengetahuan para pemuda jamaah pengajian yang memiliki kecenderungan untuk mengaitkan pandemi Covid-19 dengan berbagai aspek negatif seperti: ujian, virus dan penyakit, mengindikasikan bahwa mereka juga memiliki kecenderungan untuk menyikapi situasi ini dengan penuh kekhawatiran. Kekhawatiran tidak hanya ditujukan pada persoalan penularan Covid-19, namun juga persoalan lainnya layaknya buruknya kualitas kehidupan sosial yang merupakan hasil dari protokol kesehatan dan kebijakan mitigasi Covid-19 serta persoalan terbatasnya jaringan internet yang menghasilkan kekhawatiran terkait perubahan sistem konvensional ke sistem daring. Pengetahuan terkait situasi pandemi Covid-19 yang cenderung baik yang dikombinasikan dengan sikap penuh kekhawatiran, tidak semata-mata membuat para pemuda jamaah pengajian memiliki perilaku pencegahan Covid-19 yang sepenuhnya patuh. Selain kesadaran pribadi, terdapat kebijakan, identitas sosial dan juga lingkungan sosial yang mendorong pemuda jamaah pengajian untuk menerapkan perilaku pencegahan Covid-19 berupa protokol kesehatan 5M secara pilih-pilih.

The Covid-19 pandemic is a situation that has an impact on many people and their lives, including the youth and pengajian that they carry out. Magelang Regency, which is in the red zone and ranked at the top in terms of the spread of Covid-19, makes pengajian, which in fact is a socio-religious activity that is synonymous with the agenda of many people's associations, is expected to be subject to appeals for restrictions on religious social activities issued by MUI or switch to pengajian online. With its stereotype as the most advanced and social media literate circle, youth are considered to know lot about information related to Covid-19 to make it also considered worthy to be a pioneer of efforts to get out of the impact of Covid-19 above. This popular assumption makes many people forget that youth can also become people who are trapped in hoaxes and disinformation related to Covid-19 and non-compliance related to the implementation of health protocols, through activities that should be a study room for religious science and social media. This study wants to explore why pemuda jamaah pengajian continue to carry out pengajian in the midst of the Covid-19 pandemic situation, how the knowledge and attitudes of the pemuda jamaah pengajian to the Covid-19 pandemic and how the behavior of preventing Covid-19 carried out by the pemuda jamaah pengajiam. To be able to answer this question, the study conducted in Magelang Regency from April to May 2021 carried out data collection using interview methods, observations and literature studies. The data that has been obtained is then analyzed using descriptive and interpretive techniques. This study involved 5 pemuda jamaah pengajian with an age range of 18 to 22 years who were selected through purposive sampling techniques. By the methods above, it can be seen that the knowledge of the Covid-19 pandemic possessed by the pemuda jamaah pengajian has been divided into 2. Intermediaries in the form of formal education, mass media and social media, the experiences of others and pengajian, have made the pemuda jamaah pengajian have a tendency to associate the Covid-19 pandemic with scientific phenomena and also those who associate with religious phenomena. The knowledge of the pemuda jamaah pengajian who have a tendency to associate the Covid-19 pandemic with various negative aspects such as: tests, viruses and diseases, indicates that pemuda jamaah pengajian also have a tendency to respond to this situation with full worry. Concerns are not only aimed at the problem of Covid-19 transmission, but also other problems such as the poor quality of social life as well as the problem of limited internet networks which generate concerns related to the change of conventional systems to online systems. Knowledge related to the Covid-19 pandemic situation that tends to be good, combined with an attitude full of worries, does not only make the pemuda jamaah pengajian have a fully compliant Covid-19 prevention behavior. In addition to personal awareness, there are policies, social identities and also a social environment that encourages the pemuda jamaah pengajian to implement Covid-19 prevention behaviors in the form of the protokol kesehatan 5M in a picky manner.

Kata Kunci : Pengajian, Pemuda, Covid-19, Magelang

  1. S1-2022-413282-abstract.pdf  
  2. S1-2022-413282-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-413282-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-413282-title.pdf