Status gizi awal masuk pasien dewasa sebagai prediktor lama rawat inap di rumah sakit
YANTI, Henny Fitri, dr. Hamam Hadi, MS.Sc.D
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Ketepatan intervensi gizi dipengaruhi oleh ketepatan penentuan status gizi awal masuk sehingga terjadi peningkatan ketahanan tubuh dan mengurangi terjadinya komplikasi yang pada akhirnya dapat mempercepat lama rawat inap. Belum banyak diketahui indikator yang paling baik untuk menentukan status gizi pasien dewasa sebagai prediktor lama rawat inap di rumah sakit. Tujuan Penelitian: Mengetahui dan membandingkan sensitivitas,spesifisitas , dan MSS indikator IMT, LLA, dan SGA untuk menilai perubahan status gizi pasien dewasa dan kemampuan prediksi lama rawat inap. Metode Penelitian:Jenis penelitian observasional, rancangan studi kohor prospektif. Penelitian dilakukan di RS dr. M. Djamil Padang, RS dr. Sardjito Yogyakarta, dan RS Sanglah Denpasar dari Oktober 2002 - Februari 2003.Subjek penelitian adalah 159 orang pasien status gizi kurang dan 134 orang pasien status gizi baik berdasarkan indikator SGA pada awal masuk dengan kriteria inklusi : laki-laki / perempuan dewasa, compos mentis, komunikatif dan kooperatif, tidak edema, ascites, bersedia ikut dalam penelitian ini dengan menandatangani inform consent, dan tidak pulang paksa. Analisis data menggunakan analisis chi square, analisis univariat, analisis ROC curve, dan analisis diagnostik. Hasil Penelitian:Indikator IMT memiliki sensitivitas, MSS, dan kemampuan prediksi lama rawat inap lebih rendah dibanding indikator SGA, indikator LLA memiliki sensitivitas, spesifisitas,MSS, dan kemampuan prediksi lama rawat inap lebih rendah dibanding indikator IMT dan SGA. Kesimpulan:Indikator SGA mempunyai kemampuan prediksi lama rawat inap paling baik dan lebih baik digunakan untuk menilai perubahan status gizi pasien dewasa dibanding indikator IMT dan LLA.
Background : Nutritional intervention is affected by nutritional status at the admission. It may lead to the improvement of body resistence and diseases, which in turn may shorten length of stay. The indicators to define nutritional status of adult patient as a predictor of length of stay is not known. Objective : The objectives of this study are to assess and to compare sensitivity, specificity, MSS indicator of of Body Mass Index (BMI), Midarm Circumference (MAC), and Subjective Global Assessment in assessment(SGA) examining nutritional status of adult patient and prediction of length of stay. Study Design : This was observational with prospective cohort study. The research was conducted in dr. M. Djamil Padang Hospital, dr. Sardjito Yogyakarta Hospital, and Sanglah Denpasar Hospital from October 2002 – February 2003. Subjects were 159 undernutrition and 134 wellnourished based on SGA indicator in the admission with criteria : adult, compos mentis, communicative and cooperative, non edema, ascites, and agreed to participate the research by undersigning consent inform. Data analysed with chi square, univariate, ROC Curve, and diagnostic. Results : BMI Indicator had sensitivity, MSS, and prediction of length of stay lower than SGA indicator. MAC had sensitivity, specificity, MSS and prediction of length of stay lower than BMI indicator and SGA. Conclusion : SGA Indicator is proved as the best measure on predicting length of stay. This indicator would be more suitable on examining nutritional status of adult patient than BMI and MAC indicator.
Kata Kunci : Gizi,Pasien Rawat Inap