Laporkan Masalah

Analisis daya saing komoditas mete di Jawa Tengah :: Studi kasus di Wonogiri

RIPTANTI, Erlyna Wida, Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, MSc

2003 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian tentang Analisis Daya Saing Komoditas Mete di Jawa Tengah bertujuan untuk mengetahui apakah daya saing mete gelondong di Jawa Tengah mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif dan apakah kendala-kendala dalam peningkatan ekspor mete Indonesia dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari petani jambu mete pada tahun produksi 2002 di Wonogiri, Jawa Tengah. Metode daar yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan menggunakan analisis koefisien biaya sumberdaya domestik (KBSD) untuk mengetahui keunggulan komparatif dan model analisis Competitive Advantage-ratio untuk menegtahui keunggulan kompetitif. Analisis kepekaan digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel-variabel penentu terhadap nilai KBSD dan CAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani jambu mete di Jawa Tengah secara finansial dan ekonomi menguntungkan untuk diusahakan. Secara finansial memberikan keuntungan sebesar Rp. 224.153 per hektar (dengan rata-rata jumlah pohon sebanyak 45), dan secara ekonomi memberikan keuntungan sebesar Rp. 465. 340 per hektar. Komiditi mete gelondong di Jawa Tengah mempunyai daya saing dengan ditujukkan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dalam memeproduksi komiditi mete gelondong di dalam negeri dengan nilai KBSD sebesar 0,75 dan nilai CAR sebesar 0,93. Untuk analisis kepekaan kenaikan harga sosial input (pupuk dan pestisida, tenaga kerja, sewa lahan, dan nilai tukar) secara parsial kenaiakan sampai 50% masih memberikan keunggulan komparatif teteapi hal ini tidak berlaku untuk nilai tukar. Kenaikan harga sosial input (pupuk dan pestisida, tenaga kerja, sewa lahan, dan nilai tukar) secara simultan sampai 30% tidak lagi memberikan keunggulan komparatif. Pengenaan pajak ekspor, kenaikan harga output dan nilai tukar sebesar 10% secara simultan mulai memberikan keunggulan kompetitif. Permasalahan yang dihadapi alam pengembangan ekspor mete yaitu sebagian besar ekspor mete berupa mete gelondong sehingga peluang untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional belum dimanfaatkan dengan baik, ekspor mete Indonesia, hanya terkonsentrasi ke beberapa negara, perkembangan volume ekspor berfluktuatif sehingga diperlukan alternatif untuk mengatasinya.

The objective of this research is to know whether there are comperative and competitive advantages of cashew nut in shell in Central Java and constraints to increase export of Indonesian cashew nut and the alternative to solve it,. Primary data were collected from cashew fruit farmer in 2002 production process in Wonogiri,Central Java. The method in this research is using Domestic Resource Cost Ratio (DRCR) analysis to know the comperative advantages and competitive advantages ratio (CAR) analysis to know teh competitive advantages. Sensitivity analysis used to know effect of changed variable to DRCR and CAR value. The result of this research shows that cashew fruit production in Indonesia are financially and economically still profitable. Both of financially and economically, give the profit of Rp. 224.153 per hectare and Rp. 465.340 per hectare. Cashew nut in shell in Central Java have competitiveness showed comparative and competitive advantage in domestic production with DRCR is 0,75 and CAR is 0,93. In the case of sensitivity analysis, parcially rising social input price (fertilizer, insecticide, labour, rent of land, and exchange rate) until 50% still have comparative advantage but not for exchange. Simultaneously, rising social input price until 30% does not have comparative advantage any more. Increasing export tax, together with rising output price an exchange rate are 10% begin to give competitive advantage. The problem to develop cashew nut export is more than half of cashew nut is cashew nut in shell, that the opportunity to increase value added for national economy did not used so good, export of cashew nut is concentrate on only several countries, export volume is fluctuating.

Kata Kunci : Mete, Daya Saing, Jawa Tengah, Keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.