ANGKA KEJADIAN DAN PROFIL DARAH PENYAKIT ZOONOTIK DYPILIDIASIS PADA PASIEN ANJING DAN KUCING DI KLINIK HEWAN JOGJA TAHUN 2019-2020
M AKHSAN RYAN Z, Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P.
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANInfeksi Dipylidium caninum pada hospes dikenal dengan Dipylidiasis. Dipylidiasis ini termasuk penyakit zoonosik yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penelitian mengenai infeksi Dipylidium caninum belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi angka kejadian penyakit dan profil darah penyakit Dipylidiasis pada pasien anjing dan kucing di Klinik Hewan Jogja pada tahun 2019 sampai 2020. Penelitian dilakukan dengan menghitung angka kejadian penyakit yang didapatkan dari rekap data pasien anjing dan kucing di Klinik Hewan Jogja pada tahun 2019 sampai 2020 yang menderita Dipylidiasis. Pemeriksaan darah dilakukan dengan mengambil 6 sampel darah pasien anjing dan 15 sampel darah pasien kucing yang menderita Dipylidiasis. Data sampel kemudian diolah agar mendapatkan rata-rata tiap parameter pemeriksaan darah lalu dibandingkan dengan profil darah normal dari literatur. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulakan bahwa angka kejadian penyakit Dipylidiasis di Klinik Hewan Jogja pada tahun 2019 dan 2020 untuk pasien anjing adalah 0,13% (3/2.255) dan 0,12% (3/2.395), untuk pasien kucing adalah 0,35% (35/9.844) dan 0,39% (44/11.198). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kasus Dipylidiasis di Klinik Hewan Jogja menunjukkan tren tetap pada pasien anjing dan tren meningkat pada pasien kucing. Profil darah pasien anjing menderita Dipylidiasis menunjukkan netrofilia dan eosinopenia. Pada pasien kucing tidak menunjukkan adanya perubahan profil darah.
Dipylidium caninum infection in the host is known as Dipylidiasis. Dipylidiasis is a zoonotic disease that can be transmitted from animals to humans. Research on Dipylidium caninum infection in Indonesia is rarely done. The purpose of this study was to identify the disease incidence and blood profile of Dipylidiasis in dog and cat patients at the Klinik Hewan Jogja from 2019 to 2020. The study was conducted by calculating the incidence of disease obtained from data recap of dog and cat patients at the Klinik Hewan Jogja in 2019 to 2020 who suffered from Dipylidiasis. Blood tests were carried out by taking 6 blood samples from dog patients and 15 blood samples from cat patients suffering from Dipylidiasis. The sample data was then processed to obtain the average of each blood test parameter and then compared with the normal blood profile from the literature. Based on the results of the study, the incidence of Dipylidiasis at the Klinik Hewan Jogja in 2019 and 2020 for dog patients was 0.13% (3/2.255) and 0.12% (3/2,395) for cat patients was 0.35% (35/9,844) and 0.39% (44/11,198). From the results of the study, it can be seen that the case of Dipylidiasis at the Klinik Hewan Jogja showed a steady trend in dog patients and an increasing trend in cat patients. The blood profile of dog patients suffering from Dipylidiasis shows neutrophilia and eosinopenia. In cat patients, there is no change in blood profile.
Kata Kunci : angka kejadian penyakit, profil darah, Dipylidiasis, anjing, kucing