Laporkan Masalah

PERENCANAAN RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS DI YOGYAKARTA

AGHNIA ROSNA N R, Syam Rachma M. ST., M.Eng., Ph.D.

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Fenomena anak jalanan masih belum tuntas di Kota Yogyakarta ini. Berdasarkan data dari Dinas Sosial, jumlah anak jalanan di tahun 2021 tercatat sejumlah 72 anak. Untuk menanggulangi fenomena anak jalanan, baik lembaga swasta maupun pemerintah memiliki peran besar untuk ikut serta menangani keadaan tersebut dengan cara mengadakan fasilitas berupa rumah singgah. Meskipun di Yogyakarta sudah ada beberapa rumah singgah yang beroperasi, jumlahnya masih kurang untuk dapat menampung dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh seluruh anak jalanan yang masih ada. Terlebih, kebanyakan rumah singgah secara fisik dan fungsional belum dapat memenuhi segala kebutuhan anak jalanan untuk dapat memberikan wadah pembinaan, pendidikan, dan keterampilan yang memadai. Lokasi terpilih bertempat di Giwangan yang dekat dengan terminal dan ring road. Termasuk ke dalam lokasi strategis di mana akses dan keterjangkauan terhadap tempat aktivitas anak jalanan dan masyarakat cukup dekat dan mudah. Dengan berbagai program pembinaan serta keterampilan untuk membekali anak jalanan, rumah singgah direncanakan menggunakan konsep terbuka namun terhubung dengan pendekatan ekologis yang diharapkan dapat membawa dampak positif untuk lingkungan yang berkelanjutan juga membawa suasana baru kepada anak jalanan yang dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas.

The phenomenon of street children is still not finished in the city of Yogyakarta. Based on data from the Social Service, the number of street children in 2021 is 72 children. To solve the phenomenon of street children, both non govermental organization and government institutions have a big role to play in dealing with this situation by providing facilities in the form of a halfway house. Although there are already several shelter houses in Yogyakarta operating, they are still insufficient to accommodate and provide the facilities needed by all street children who are still there. Moreover, most of the shelter houses physically and functionally have not been able to meet all the needs of street children to be able to provide an adequate forum for coaching, education, and skills development. The chosen location is in Giwangan which is close to the bus station and ring road. Included in a strategic location where access and affordability to the activities of street children and the community is quite close and easy. With various coaching programs and skills to equip street children, the shelter is planned to use an open and transparency concept but connected with an ecological approach which is expected to have a positive impact on a sustainable environment as well as bring a new atmosphere to street children that can increase their comfort and productivity.

Kata Kunci : Anak jalanan, rumah singgah, ekologis, terbuka, terjangkau

  1. S1-2022-428521-abstract.pdf  
  2. S1-2022-428521-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-428521-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-428521-title.pdf