Malawi and the Framework Convention on Tobacco Control: Impact of Institutionalized International Tobacco Control for Economic Development Policy
REIHAN IHZA FARIAL, Dr. Luman Nul Hakim, M.A.
2022 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALKehadiran institusi pengendalian tembakau internasional semakin menonjol dengan dibentuknya Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) pada tahun 2003. Sebagai rezim pengendalian tembakau internasional, tujuan utama FCTC adalah untuk mengurangi kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan tembakau melalui berbagai pasal atau rekomendasi kebijakan. yang wajib dipatuhi oleh para anggota. Selama bertahun-tahun, FCTC telah mampu mendorong lebih banyak negara anggotanya untuk menerapkan pengendalian tembakau yang komprehensif. Di sisi lain, Malawi sebagai negara yang bergantung pada tembakau sebagai sumber pendapatan luar negerinya menghadapi hambatan karena kehadiran dan tekanan yang meningkat dari rezim pengendalian tembakau internasional mengancam perkembangan ekonominya. Studi ini menganalisis dampak FCTC sebagai rezim pengendalian tembakau internasional terhadap kebijakan pembangunan negara-negara yang bergantung pada tembakau, khususnya dalam kasus Malawi. Dengan menerapkan rational choice institutionalism sebagai kerangka konseptual, studi ini menemukan bahwa dalam beradaptasi dengan kehadiran FCTC, keputusan Malawi untuk mengembangkan kebijakan pembangunan ekonomi baru melalui Malawi Growth and Development Strategy III didasarkan pada perhitungan biaya dan manfaat yang membawa lebih banyak keuntungan dan kepastian bagi pembangunan ekonomi Malawi.
The presence of institutionalized international tobacco control has become even more prominent with the establishment of the Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) in 2003. As international tobacco control regime, FCTC's main goal is to diminish tobacco related economic activities through various articles or policy recommendations that the member parties obliged to adhere. over the years, the FCTC has been able to encourage more states within its member parties to implement comprehensive tobacco control. On the other hand, Malawi as a state that depend on tobacco as the source of its foreign earnings is facing impediment as the increasing presence and pressure from international tobacco control regime threatens its economic development. This study analyzes the impact of FCTC as an international tobacco control regime towards the development policies of tobacco dependent states, particularly in the case of Malawi. By applying rational choice institutionalism as the conceptual framework, the study finds that in adapting with the presence of FCTC, Malawi's decision to develop novel economic development policy through the Malawi Growth and Development Strategy III is based on cost and benefit calculation in which it brings more certainty for Malawi's economic development.
Kata Kunci : Malawi, FCTC, tobacco control, economic development, development policy, rational choice institutionalism