STUDI ANATOMI INTESTINUM TENUE PADA MUSANG LUWAK (Paradoxurus hermaphroditus) DENGAN PEWARNAAN HEMATOKSILIN-EOSIN
DEVINA SARI PRATIWI, drh. Arvendi Rachma Jadi, M.Sc.
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANMusang luwak merupakan hewan terestrial dan nokturnal yang hidup di hutan hujan tropis dari penjuru Asia Tenggara hingga menuju Asia Tengah. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), musang luwak masuk ke dalam daftar least concern juga Appendix III Convention on Trade in Endangered Species (CITES) berdasarkan jumlah populasinya yang banyak dan tersebar luas. Studi mengenai intestinum tenue musang luwak secara histologi saat ini belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari morfologi dan morfometri intestinum tenue pada musang luwak. Penelitian ini menggunakan tiga ekor musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) dari daerah Yogyakarta dan Lampung. Satu ekor diantaranya dikoleksi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan berdasarkan EC nomor 0016/EC-FKH/Int./2018 dan diadendumkan dengan EC nomor 026/EC-FKH/Addn./2022. Sampel yang diambil yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Jaringan diproses dengan infiltrasi paraffin dan dipotong dengan ketebalan 5 - 6 �¼m. Jaringan diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin (HE) kemudian diamati di bawah mikroskop cahaya dan perangkat lunak Optilab. Ketebalan masing-masing tunika diukur kemudian dihitung persentasenya. Pada hasil pengamatan dilakukan analisis secara deskriptif dan kuantitatif. Pada penelitian ini menunjukkan lapisan dinding musang luwak terdiri dari tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis dan tunika serosa. Hasil morfometri intestinum tenue musang luwak, duodenum memiliki ketebalan dinding 120,77 �± 38,70 �¼m, jejunum 123,82 �± 39,34 �¼m, dan ileum 119,36 �± 37,67 �¼m. Jejunum merupakan bagian intestinum tenue yang paling tebal, sedangkan ileum yang paling tipis. Penyusun dinding intestinum tenue tunika mukosa, yaitu 29,68%, tunika submukosa 49,52%, dan tunika muskularis-serosa 20,80%. Tunika submukosa merupakan dinding intestinum yang paling tebal, sedangkan tunika muskularis-serosa yang paling tipis.
Asian palm civet is a terrestrial and nocturnal animal that lives in the middle and south east tropical forest. According to International Union for Conservation of Nature (IUCN), Asian palm civet goes in the Least Concern category and Apendix III in Convention on Trade in Endangered Species (CITES) based on its large and widespread population. Histological study and literature of small intestine (intestinum tenue) in Asian palm civet still rarely found. This research aims to study morphology and morphometric aspect of Asian palm civet's small intestine. This research used three palm civets (Paradoxurus hermaphroditus) that was acquired from Yogyakarta and Lampung. One of the civets previously collected from past research with EC number 0016/EC-FKH/Int./2018 and recently added with EC number 026/EC-FKH/Addn./2022. Duodenum, jejenum, and ileum samples were used in this research. The organ's tissue collected then processed with parrafin block and cut with 5 - 6 �¼m thickness. Tissue stained with Hematoxylin-Eosin and observed with light microscope and Optilab Software. The thickness of each tunica was calculated in persentase. Desscriptive and quantitative method were used for tissue result observation. In this research we find that the intestinal wall of asian palm civet composed of four different layers; tunica mucosae, tunica submucosae, tunica muscularis and tunica serous. Result of morphometry intestinum tenue show that duodenum thickness is 120,77 �± 38,70 �¼m, jejenum thickness is 123,82 �± 39,34 �¼m, and ileum thickness is 119,36 �± 37,67 �¼m. Jejunum is thickest part, while ileum is the thinnest part of intestinum tenue. Intestinum tenue wall consist of 29,68% tunica mucosae, 49,52% tunica submucosae and 20,80% tunica muscularis-serous. Tunica submucosae is the thickest layer while tunica muscularis-serous is the thinnest layer of intestinum tenue wall.
Kata Kunci : Hematoxylin-Eosin, Intestinum tenue, Musang luwak, Morfologi, Morfometri / Hematoxylin-Eosin, Small Intestine, Asian Palm Civet, Morphology, Morphometry