Laporkan Masalah

RESORT EKOWISATA DI KAWASAN PERSAWAHAN SURJAN PESISIR KULON PROGO DENGAN PENDEKATAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

DIENA ASLAMA S K, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, MA

2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Pariwisata berbasis ekologi telah menjadi sektor yang sangat menjanjikan bagi perkembangan wiayah secara berkelanjutan. Dengan adanya Bandara YIA, peluang Kulon Progo untuk dapat mengoptimalkan potensi wisata berbasis ekologi semakin besar. Saat ini, Kulon Progo masih tertianggal dari bagian wilayah lain di DIY. Masih sedikit investasi akomodasi untuk mendukung pemanfaatan peluang yang ada. Proposal proyek ini adalah argumentasi mengenai prospektifnya pembangunan resort ekowisata yang unik yang dapat menjadi alternatif bagi wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) kelas menengah ke atas yang dapat bersaing dengan resort ditempat lain. Keunikan utama resort ekowisata ini adalah integrasinya dengan upaya pelestarian praktik sawah surjan yang merupakan keraifan lokal di Kulon Progo. Sawah surjan adalah praktik pola tanam polikultur secara selang-seling sehingga sawah terlihat bergaris-garis. Praktik ini diterapkan oleh petani lokal untuk mengatasi kondisi tanah di Kulon Progo yang kurang menguntungkan. Pendekatan perancangan yang dipilih adalah pelestarian lingkungan yang terfokus pada konservasi air, tanah, dan pengelolaan limbah. Sebagai hasil dari proses analisis dan sistesis bagi dari sisi permintaan (karakteritis wisatawan) dan penawaran (dari sisi tapak, termasuk karakteristik surjan), pada proposal ini diusulkan konsep umum terkait posisi fasilitas dalam kawasan, yaitu oasis dalam aerotropolis. Semetara, konsep operasional yang akan mendasari rancangan fasilitas meliputi integrasi sistem ekologi, mutualisme dengan kampung, eksploitasi view, dan gradasi visual harmoni.

Ecotourism has become a very potential sector for the sustainable development of Kulon Progo since the construction of YIA Airport. Currently, Kulon Progo is still lagging behind other parts of DIY such as Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo, and Gunungkidul. There is still still rarely found or non-existent yet an accommodation investment to support the utilisation of Kulon Progo existing opportunities. This project proposal contains argumentations regarding to the prospective development of a unique and competent ecotourism resort that can be an alternative for foreign and middle to upper class domestic tourists. The main attraction of this resort is its integration with the conservated sawah surjan. Sawah surjan is an inherited a unique farming system which is considered as a cultural heritage that demonstrates a form of local wisdom in managing land resources with poor drainage and unfavourable soil conditions. The resort design approach is environmental conservation which focuses on water, soil, and waste management. As a result of the analysis and synthesis process for both demand (tourist characteristics) and supply (site characteristics), this proposal offers 'oasis in the aerotropolis' as a grand concept that is related to the position of the resort. Meanwhile, the operational concepts that will underlie the design of the facility include integrated ecological systems, mutualism with the surroundings, view exploitation, and gradated visual harmony.

Kata Kunci : resort, ekowisata, sawah surjan, pelestarian lingkungan, Kulon Progo/ resort, ecotourism, sawah surjan, environmental conservation, Kulon Progo

  1. S1-2022-428532-abstract.pdf  
  2. S1-2022-428532-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-428532-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-428532-title.pdf