Laporkan Masalah

Perkembangan tanah dari lapukan batuan ultrabasis (Formasi komplek ultra mafic) dan batu pasir (Formasi alangga) di Lambuya Kendari-Sulawesi Tenggara

ASMIN, Dr.Ir. Bambang Hendro Sunarminto, SU

2003 | Tesis | S2 Ilmu Tanah

Penelitian toposekuen perkembangan tanah pada lapukan batuan ultra basis dan batu pasir di Lambuya, Kendari - Sulawesi Tenggara bertujuan untuk mengetahui perkembangan tanah padai lapukan kedua batuan induk tersebut. Penelitian ini dimulai Oktober 2002 sampai Januari 2003 dan dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian lapangan dan penelitian laboratorium, kemudian dilanjutkan dengan analisis data secara deskriptif. Pada tanah yang berkembang pada lapukan batuan ultra basis dilakukan penyidikan sebanyak tiga profil pewakil yaitu : GMS-1 (lereng bukit), GMS-2 (kaki bukit) dan GMS-3 (cekungan), sedangkan pada lapukan batu pasir sebanyak dua profil pewakil yaitu : S.S.PN-1 (kudah bukit) dan S.S.PN-2 (cengkungan). Penentuan profil pewakil didasarkan pada peta geologi, peta topografi dan keadaan vegetasi secara umum di lapangan. Dari setiap profil pewakil diambil cuplikan tanahnya sesuai dengan jumlah horizon yang terbentuk. Cuplikan tanah yang diambil terdri dari tanah yang terusik dan tanah yang tidak terusik, kemudian dianalisis sifat kimia, fisika dan mineraloginya. Hasil analisis tersebut digunakan untuk membandingkan sifat antara horison dalam satu profil dan antar profil yang satu dengan profil yang lain, dilakukan dengan menggunakan perhitungan indeks kemiripan. Hasil penelitian menunjukkan kelima profil pewakil mempunyai tingkat perkembangan yang berbeda. Profil GMS-1 dan S.S.PN-1 mempunyai tingkat perkembangan pada tahap transisi, sedangkan profil GMS-2, GMS-3 dan S.S.PN-2 berkembang pada tahap awal. Tiga profil pewakil yang berkembang pada batuan ultrabasis terbentuk dua jenis tanah, sedang dua profil pewakil yang berkembang dari batu pasir terbentuk satu jenis tanah. Profil GMS-1 dan GMS-2 menurut PPT (1983) tergolong jenis tanah Mediteran, sedangkan dalam sistem klasifikasi USDA (1998) tergolong Alfisol. Profil GMS-3 tergolong jenis tanah Grumusol (PPT, 1983) dan Vertisol (USDA, 1998). Profil S.S.PN-1 dan S.S.PN-2 menurut klasifikasi PPT (1983) tergolong jenis tanah Podsolik, sedangkan menurut sistem klasifikasi USDA (1998) tergolong jenis tanah Ultisol.

The study of soil development origin from parent rock ultra basalt and sandstone of toposequen at Lambuya Kendari South East Sulawesi was studied to understand soil development from both parent rocks. This study was conducted in three phases from 2002 October to 2003 January, namely field study, laboratory analysis and descriptive data analysis. Each parent materials ultra basalt, 3 representative profiles were described i.e. : GMS-1, GMS-2 and GMS-3 profile, while on parent materials sandstone : S.S.PN-1 and S.S.PN-2 profiles. Each profile were conducted chemistcal, physical and mineralogical composition. The representative profile selected based on geology map, topography map and vegetation condition in field. The similarity index was used to compare the characteristics between profiles under study. The study results showed fifth profiles had difference level of soil development. GMS-1 and S.S.PN-1 profile had intermediate development stage, while GMS-2, GMS-3 and S.S.PN-2 were recent development stage. Profiles from parent rock ultra basalt became type soil which differ with profiles from sandstone. According to PPT, (1983), GMS-1 and GMS-2 profiles were classified as Mediteran, while USDA classification system (1999) is classified as Alfisol. GMS-3 profile in PPT (1983) system as Grumusol, while according USDA (1999) system is Vertisol. S.S.PN-1 and S.S.PN-2 profiles is classified as Yellow red podzolic and Gray brown podzolic (PPT, 1983) and type Ultisol (USDA ,1999).

Kata Kunci : Tanah,Analisa Perkembangan, toposequen, soil development, sandstone and rock ultra basalt


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.