MAKANAN DAN KELAS SOSIAL DALAM MASYARAKAT (STUDI KASUS KONSUMSI IKAN DI DESA MERTASINGA, KECAMATAN GUNUNGJATI, CIREBON)
ANNISA ARFAH HAKIKI, Agus Indiyanto, S.Sos., M.Si.
2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAIkan telah lama dikenal sebagai salah satu lauk yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Terutama di daerah pesisir yang banyak memiliki olahan jenis ikan. Ikan-ikan kecil yang berharga murah sering menjadi pilihan untuk konsumsi sehari-hari. Untuk menjaga ketersediaannya, ikan banyak diolah menjadi ikan asin. Lauk tersebut identik dengan masyarakat pesisir yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Produksi ikan asin kebanyakan adalah industri-industri rumahan berskala kecil. Cirebon merupakan salah satu kebupaten dengan produksi ikan asin yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi ikan masyarakat rumah tangga pengusaha ikan asin di Desa Mertasinga, Gunungjati, Cirebon. Meskipun ikan merupakan sumber lauk yang paling mudah dijangkau oleh segala lapisan ekonomi masyarakat, nyatanya rumah tangga para pengusaha tidak sesering itu mengkonsumsi ikan, baik ikan asin dan ikan segar. Dalam penelitian ini menemukan bahwa kelas sosial dan prioritas ekonomi adalah faktor yang mempengaruhi konsumsi ikan sebagai sumber protein utama dalam keluarga pengusaha ikan asin.
Fish has long been known as one of the most popular side dishes in Indonesia. Especially in coastal areas that have many types of processed fish. Small fish that are inexpensive are often the choice for daily consumption. To maintain its availability, many fish are processed into salted fish. The side dish is identical to coastal communities, most of whom work as fishermen. Salted fish production is mostly small-scale cottage industries. Cirebon is one of the districts with high production of salted fish. This study aims to determine the fish consumption pattern of salted fish entrepreneur households in Mertasinga Village, Gunungjati, Cirebon. Although fish is the most accessible source of side dishes for all levels of the commmunity's economy, in fact, entrepreneurs' households do not consume fish that often, both salted fish and fresh fish. In this study, it was found that social class and economic priority are factors that influence fish consumption as the main protein source in salted fish entrepreneurs' families.
Kata Kunci : Konsumsi, Ikan, Rumah Tangga, Pengusaha, Kelas Sosial, Prioritas/Consumption, Fish, Households, Entrepreneurs, Social Class, priority