Laporkan Masalah

Residu antibiotika penisilin dan tetrasiklin dalam susu segar dan hasil olahnya :: Studi kasus pada kelompok peternak di Daerah Istimewa Yogyakarta

PUTRANTI, Dian, Dr.Ir. Wahyu Supartono

2003 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi Pangan

Susu sebagai pangan yang kaya gizi sangat dibutuhkan oleh tubuh dan penting bagi kesehatan. Dipandang dari sudut target konsumen, susu merupakan pangan yang beresiko tinggi karena dikonsumsi oleh bayi sampai orang lanjut usia dan orang sakit. Susu dapat menjadi berbahaya bagi kesehatan apabila mengandung zat-zat yang toksik, misalnya antibiotika melebihi batas maksimum residu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat residu penisilin dan golongan tetrasiklin (oksitetrasiklin, tetrasiklin, klortetrasiklin) dalam susu segar pada kelompok peternak di Daerah Istimewa Yogyakarta serta mengetahui pengaruh perlakuan pemanasan , yaitu pasteurisasi dan sterilisasi terhadap residu penisilin dan tetrasiklin dalam susu. Penelitian dibagi dalam beberapa tahap, yaitu survei lapangan untuk pengumpulan data, pengambilan sampel dan analisis penisilin dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) / HPLC menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (1998) dan analisis tetrasiklin menggunakan metode dari Oka dkk (1985) serta kajian pasteurisasi dan sterilisasi terhadap residu tetrasiklin dan penisilin. Di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat tiga koperasi susu. Koperasi Warga Mulya dengan 18 kelompok peternak. Koperasi UPP Kaliurang dengan 20 kelompok peternak dan koperasi Sarono Makmur dengan 15 kelompok peternak. Sembilan puluh persen (90 %) produksi susu tersebut dijual ke perusahaan susu PT.Sari Husada dan sebagian lainnya langsung dijual ke konsumen. Pengambilan sampel susu dilakukan pada dua kelompok dari masing-masing koperasi. Parameter kualitas susu yang diuji adalah kebersihan, berat jenis (BJ), derajat keasaman (pH), kadar lemak, kesegaran dan kebersihan/sanitasi. Dari hasil pengujian didapatkan 33,33% sampel susu mempunyai kualitas dengan kriteria cukup dan 66,67% dengan kriteria lebih dari cukup. Keseluruhan sampel susu mengandung residu antibiotika. 66,67% sampel susu mengandung residu tetrasiklin melebihi batas maksimum residu sedangkan 33,33% sampel susu masih dalam batas maksimum residu. Dari seluruh sampel, hanya 16,67% sampel susu mengandung residu penisilin yang sedikit di atas batas maksimum residu, sedangkan 16,67% lainnya mengandung klortetrasiklin melebihi batas maksimum residu. Namun sampel susu seluruhnya tidak terdeteksi mengandung residu oksitetrasiklin. Pasteurisasi menurunkan kandungan residu oksitetrasiklin, tetrasiklin, klortetrasiklin, yaitu berturut-turut sebesar 3,59% ; 10,54% ; 14,30%. Sedangkan sterilisasi menurunkan kandungan residu oksitetrasiklin, tetrasiklin, klortetrasiklin, yaitu berturut-turut sebesar 89,81% ; 38,70% ; 82,67%

Milk is a nutritious food needed and important for health maintaining. Milk is consumed by infant till elderly people and sick people. Besides its benefit, milk is a high risk food if contain hazardous substances, i.e. antibiotics residue above maximum residue level. The research was conducted to determine quality of milk and residue level of penicillin and tetracyclines (oxytetracycline, tetracycline, chlortetracycline) in samples of raw milk from animal husbandries in Yogyakarta and to study the effect of pasteurization and sterilization on antibiotics. Parameter of quality were cleanliness, density, acidity, fat content , alcohol test and reductase test. Residue of penicillin was analyzed by high performance liquid chromatography using method of Indonesia National Standard (1998) and tetracycline by high performance liquid chromatography using method of Oka et.al. (1985). There were three milk cooperative economic enterprises in Yogyakarta, Warga Mulya with 18 groups of animal husbandries ; UPP Kaliurang with 20 groups of animal husbandries and Sarono Makmur with 15 groups of animal husbandries. It’s about 90 % of the milk production was sold to PT. Sari Husada. The result showed that quality of 33,33% of the samples have criteria fair and 66,67% were good. All of the samples considered to contain antibiotics residue. 66,67% of the samples contained tetracycline residue above maximum residue level. 16,67% of the samples contained penicillin residue slightly above maximum residue level and 16,67% of the samples contained chlortetracycline residue above maximum residue level. None of the samples considered to contain oxytetracycline residue. Pasteurization reduced residue of oxytetracycline, tetracycline, and chlortetracycline respectively 3,59%; 10,54% ; 14,30%. Sterilization reduced respectively 89,81% ; 38,70% ; 82,67%.

Kata Kunci : Pengolahan Pangan,Susu,Peternak, Milk, penicillin, tetracyclines, pasteurization, sterilization


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.