Distribusi Glikokonjugat pada Saluran Intestinal Sugar Glider (Petaurus breviceps) Menggunakan Pewarnaan Lektin Dolichos biflorus Agglutinin (DBA)
GREGORIUS TUNGGAL S, drh. Ariana, M.Phil.
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANSugar glider (Petaurus breviceps) merupakan hewan yang tengah populer dipelihara oleh pecinta hewan eksotik. Sugar glider merupakan hewan endemik dari Australia, Tasmania, Papua Nugini, serta Indonesia bagian timur. Hewan ini berkantung, arboreal, nokturnal, dan hidup berkoloni. Sugar glider merupakan kategori omnivora dan variasi pakan tergantung ketersediaan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui residu gula N-Acetylgalactosamine pada glikokonjugat musin saluran intestinal sugar glider. Penelitian ini menggunakan dua ekor sugar glider jantan dewasa yang diambil bagian intestinumnya dan difiksasi dengan phosphate buffer saline formalin 10%. Jaringan diproses dengan metode parafin, dan dipotong dengan ketebalan 8µm. Metode pewarnaan yang digunakan adalah histokimia lektin Dolichos Biflorus Agglutinin untuk mendeteksi residu gula N-Acetylgalactosamine. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan intensitas reaktifitas lektin yang ditunjukkan dengan warna coklat pada preparat, dan akan diinterpretasikan dengan pembagian kategori berupa negatif (-), lemah (+), cukup (++), dan kuat (+++). Hasil penelitian menunjukkan reaksi positif cukup (++) pada sel Goblet permukaan intestinal kolon, positif lemah (+) pada seluruh brush border vili usus besar dan sel Goblet kelenjar intestinal kolon, dan sisanya menunjukkan hasil negatif (-). Pewarnaan lektin DBA menunjukkan warna coklat lemah hingga cukup, berarti terdapat residu gula N-acetylgalactosamine dengan jumlah yang bervariasi pada beberapa bagian saluran intestinal Petaurus breviceps.
Sugar glider (Petaurus breviceps) is an animal which is currently popular among exotic animal lovers. The sugar glider is an endemic animal from Australia, Tasmania, Papua New Guinea, and East Indonesia. It is a marsupial, arboreal, and nocturnal animal. They live in a colony. The sugar glider is an omnivore, and its variation of food depends on the availability of natural resources. The aim of this study is to determine the sugar residue of N-Acetylgalactosamine in the mucin glycoconjugate of the sugar glider's intestinal tract. Two adult male sugar gliders were used and the intestines were taken and fixed with 10% formalin phosphate buffer saline. The sample was processed with paraffin methods and cut to a thickness of 8µm. The staining method that was used in this study is Dolichos biflorus agglutinin lectin histochemistry to determine N-Acetylgalactosamine. The data was analyzed descriptively and qualitatively based on the lectin reactivity indicated by brown color in the tissue and interpreted with the four categories: negative (-), weak (+), moderate (++), and strong (+++). The result showed a moderately positive (++) on colon epithelial Goblet cells, a weak positive (+) on all the brush border in the large intestine villi and colon intestinal gland Goblet cells, and the rest showed a negative result (-). DBA lectin staining showed weak to moderate brown color, which means that there were residues of N-Acetylgalactosamine sugar with varying amounts in some parts of the intestinal tract of Petaurus breviceps.
Kata Kunci : Dolichos biflorus agglutinin, glikokonjugat, lektin, saluran intestinal, sugar glider