Laporkan Masalah

Pengaruh antioksidan flavonoid terhadap aktivitas sitokrom P-450, konsentrasi protein mikrosomal dan gambaran histopatologik hati tikus yang diinduksi dengan karbontetraklorid

WIJAYANTI, Agustina Dwi, Prof.drh. Soesanto Mangkoewidjojo, MSc.,PhD

2003 | Tesis | S2 Sain Veteriner

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antioksidan flavonoid rutin terhadap aktivitas enzim sitokrom P-450, kadar protein mikrosomal dan gambaran histopatologik hati tikus yang diinduksi dengan karbontetraklorid. Sebanyak 24 ekor tikus Wistar jantan, umur 3 bulan, berat rata-rata 200 gram, dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing 6 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kumaravelu yang telah dimodifikasi. Kelompok I adalah kontrol yang diberi akuades 0,5 ml per oral. Kelompok I1 diberi flavonoid rutin 100 mg dalam 0,5 ml akuades per oral. Kelompok 111 diberi larutan CC14 240 mg (0,7 ml) intra peritoneal. Kelompok IV diberi flavonoid rutin 100 mg dalam 0,5 akuades per oral dan Iarutan CC14 240 mg (0,7 ml) intra peritoneal. Pemberian flavonoid difakukan setiap hari dan suntikan CCl4 tiga kali &lam seminggu. Lama perlakuan adalah 14 hari. Setelah hari ke-14 tikus dibunuh dengan dekapitasi, hatinya ditimbang, lobus kanan diambil untuk dibuat preparat histologik dan sisanya ditimbang untuk pembuatan homogenat. Pembuatan homogenat hati dilakukan dengan uftrasentrifugasi. Pengukuran protein mikrosomal llakukan dengan metode kolorimetri coomassie brilliant blue (Bio-Rad Protein Assay) dan pengukuran enzim menggunakan metoda Omura dan Sat0 dengan spektrofotometer Beckman DU-65. Aktivitas enzim sitokrom P-450 pada kelompok I1 lebih tinggi daripada kelompok I11 (p<0,05). Hasil pengukuran protein mikrosomal pada kelompok I1 lebih tinggi dibandingkan kelompok 111 (F0,O 1). Pengamatan preparat histopatologik hati menunjukkan adanya piknosis inti sel hati dan kariolisis pada kelompok 111, degenerasi melemak moderat dan sedikit piknosis inti sel hati pada kelompok IV, sedang kelompok I1 tidak mengalami perubahan (normal) dibandingkan kontrol. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daya antioksidan flavonoid rutin mampu menjaga aktivitas enzim sitokrom P-450 dan kadar protein mikrosomal serta dapat mengurangi kerusakan seluler hati tikus yang diinduksi CC14

This research was conducted to evaluate the antioxidant effects of flavonoid rutin on the activities of cytochrome P-450 enzymes, microsomal protein concetration dan histopathological changes of rat’s liver induced by carbontetrachloride. Twenty four male Wistar rats, 3 months, with 200 g of body weight average, were divided into 4 groups of 6 animals each. Group I as control was treated with 0,5 ml aquadest orally. Group I1 was given flavonoid rutin 100 mg disolved in 0,5 ml aquadest orally. Group I11 was treated 240 mg (0,7 ml) CC14 solution by intraperitoneal injection. Group IV was given 100 gr flavonoid rutin disolved in 0,5 ml aquadest orally and 240 mg (0,7 ml) CC4 solution by intraperitoneal injection. The modified Kumaravelu design was applied to this study. Flavonoid was administered daily and CC4 injection was given three times a week for 14 days. After day 14, the animals were sacrificed by decapitation, livers were excised and weighted, a piece of right lobes was taken for histopatological preparation and the rest of the liver was weighted for homogenization processes. The liver homogenate was made by ultracentrifugation. The microsomal protein was measured by colorimetric method using Bio-Rad Protein Assay. Enzyme activities were detected by Omura-Sat0 method. Enzyme measurement showed the increasing activities in group I1 compared with group I11 (p<0,05). The results of protein concentration assay were decreased in group I11 compared with groups I and I1 (p

Kata Kunci : Penyakit Hewan,Antioksidan Flavonoid,Histopatologi Hati


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.