Berbagi Kemakmuran, Mengamankan Kehidupan: Studi Tentang Perdagangan Ikan Kecil di TPI Tasikagung, Rembang
MEGAWATI SUKARNO P, Agus Indiyanto, S.Sos., M.Si.
2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYARantai ekonomi yang berpusat pada produksi, distribusi, dan konsumsi ikan-ikan kecil tidak dapat dilepaskan dari adanya kultur dan jaringan sosial yang ada di dalam masyarakat. Dalam hal ini kultur dan jaringan sosial muncul sebagai alat tawar sekaligus perspektif yang penting dalam menyiasati berbagai tatanan untuk menjamin kelangsungan hidup. TPI (Tempat Pelelangan Ikan) menjadi sebuah ruang sosial dimana regulasi dipertemukan dan diinterpretasi dalam kerangka sosiokultural. Studi fokus pada upaya memperlihatkan bekerjanya faktor sosial budaya dalam perdagangan ikan-ikan kecil yang berpusat di TPI Tasikagung. Studi ini berusaha memetakan praktik-praktik sosiokultural yang mewarnai proses distribusi atau perdagangan ikan-ikan kecil. Menggunakan metode observasi yang dilaksanakan selama 21 hari di lapangan. Informan kunci meliputi para pegawai TPI, nelayan, juragan, hingga pedagang-pedagang ikan kecil telah diwawancarai secara mendalam untuk mendapatkan pandangan mereka tentang proses dan makna perdagangan ikan. Hasil studi ini memperlihatkan adanya pemaknaan baru terhadap regulasi perdagangan ikan yang memberi ruang bagi bakul-bakul kecil modal mepet dapat berpartisipasi dalam pembagian ‘kue’ ekonomi perikanan. Nelayan dan bakul-bakul kelas sedang yang memiliki modal untuk ikut lelang, selalu menyediakan sebagian ikannya untuk dijual kepada pedagang kecil yang ada di luar pagar dengan harga yang lebih bersahabat. Pada tingkat ini harga menjadi tidak standar karena pertimbangan relasi sosial menjadi penting.
The economic chain centered on the production, distribution, and consumption of small fish cannot be separated from the culture and social networks that exist in society. In this case, culture and social networks emerge as bargaining tools as well as important perspectives in dealing with various arrangements to ensure survival. TPI (Fish Auction Place) becomes a social space where regulations are met and interpreted within a sociocultural framework. The study focuses on efforts to show the workings of socio-cultural factors in the distribution of small fish centered in TPI Tasikagung. This study seeks to map the sociocultural practices that characterize the distribution process of small fish. Using the observation method which was carried out for 21 days in the field. Key informants including TPI employees, fishermen, skippers, and small fish traders were interviewed in depth to get their views on the process and meaning of fish distribution. The results of this study show that there is a new meaning to the regulation of fish distribution that provides space for small baskets of mepet capital to participate in the distribution of the 'cake' of the fishery economy. Middle class fishermen and baskets who have the capital to participate in the auction, always provide some of their fish to be sold to small traders outside the fence at a more friendly price. At this level the price becomes non-standard because consideration of social relations becomes important.
Kata Kunci : Regulasi, Alur Perdagangan, Modal Sosial, Jaminan Kemakmuran