Berbantal Ombak, Berselimut Angin: Strategi Baru Pedagang Rantau Madura Bertahan di Tangerang Selatan
TWINA PARAMESTHI, Dr. Agung Wicaksono, M.A.
2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAMasyarakat Madura telah melakukan migrasi dengan alasan ekonomi sejak zaman kolonial hingga saat ini. Baik di tempat asal maupun di wilayah perantauan, studi menemukan bahwa jaringan kekerabatan dan hubungan patronase yang dijalin dalam masyarakat Madura sangatlah erat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini justru menemukan bahwa tidak terdapat jaringan kekerbatan yang dijalin dalam komunitas perantau pedagang Madura di Tangerang Selatan. Mengandalkan sistem ekonomi pasar dengan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya menjadi strategi baru yang dilakukan para pedagang rantau agar tidak menggantungkan diri dalam jaringan kekerabatan. Tulisan ini berusaha menjelaskan faktor-faktor yang mendorong kemunculan sikap kemandirian di kalangan pedagang rantau serta memberi sudut pandang baru tentang bagaimana jaringan kekerabatan yang selama ini digambarkan berperan sebagai jaring pengaman ternyata dapat mencederai pihak yang terlibat.
Madurese people have done migrating because of economic motives from colonial times to the present. Both at home and abroad, many prior studies have indicated that kinship networks and patronage links formed in Madurese culture are extremely tight. Using qualitative research methodologies, this study discovers that there is no established kinship network among the Madurese street vendor community in South Tangerang. Using the market economy system to maximize profit has become a new approach for migrant street vendors wanting to escape reliance on kinship networks. The findings of this study aim to discuss the variables that support the establishment of an independent attitude among the overseas street vendors and offer a new perspective on how the kinship network, which has been portrayed as a safety net, can really harm the individuals involved.
Kata Kunci : migrasi, pedagang kaki-lima, jaringan kekerabatan, patron-klien, perkotaan