Produktivitas sapi peranakan Ongole pada pola pemeliharaan sistim perkampungan ternak dan kandang individu di Kabupaten Bantul
SUGIHARTO, Yulius, Dr.Ir. Nono Ngadiyono, MS
2003 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji produktivitas sapi Peranakan Ongole (PO) yang dipelihara dengan pola pemeliharaan sistim perkampungan ternak di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2002. Sebanyak 55 peternak pada pola pemeliharaan sistim perkampungan ternak digunakan sebagai responden dalam penelitian ini. Sebagai pembanding digunakan 58 peternak yang menggunakan sistim pemeliharaan di kandang individu. Masing- masing pola pemeliharaan menggunakan 61 ekor induk sapi PO beserta anaknya. Variabel yang diamati adalah pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, konversi pakan, feed cost per gain, estrus setelah melahirkan, umur sapih, kawin setelah beranak, S/C, interval kelahiran, manajemen pemeliharaan serta permasalahan yang ada di perkampungan ternak. Hasil penelitian dengan metode survey, wawancara dan penimbangan langsung menunjukkan bahwa pertambahan berat badan harian, feed cost per gain, estrus setelah beranak, lama menyusui, kawin setelah beranak, S/C dan selang beranak menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Demikian juga untuk total skor manajemen pemeliharaan pada sistim kandang individu dan perkampungan ternak menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Namun untuk pertambahan berat badan ternak jantan umur 13-24 bulan serta konversi pakan pada sistim pemeliharaan di perkampungan ternak lebih baik dan berbeda nyata (P < 0,05) dibanding pada sistim pemeliharaan di kandang individu. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa salah satu tujuan dibentuknya pola pemeliharaan sistim perkampungan ternak untuk meningkatkan produktivitas melalui perbaikan manajemen usaha belum sepenuhnya tercapai, namun secara keseluruhan ada kecenderungan bahwa pola pemeliharaan sistim perkampungan ternak lebih baik dibanding sistim pemeliharaan dikandang individu.
The research was proposed to study ongole grade cattle productivity that raised on group system in Bantul Regency, Yogyakarta. The research was conducted in July until October 2002. We used 55 farmers with group system as our respondent. As comparison, we used 58 farmers which used individual system. Each raisd system used 61 ongole grade cows and their offspring. Observed variables were average daily gain, feed consumption, feed conversion, feed cost per gain, weaning age, post partum estrus, post partum mating, service per conception, calving interval, raising management and problems that arose in group system. The result with survey method, interview and direct weighing showed that average daily gain, feed cost per grain, post partum estrus, post partum mating, service period, S/C and calving interval shows insignificant difference (P>0,05). Similarly, total score for raising management on individual and group system shows insignificant difference (P>0,05). On the other hand, 13-24 months old steer’s average daily gain and feed conversion on group system are better and significantly difference (P<0,05) compared to individual system. The research conclusion that one of the reasons group system implementation to raise productivity by means of effort management enhancement was not fully achieve, but totally there is tendency that group system is better than individual system.
Kata Kunci : Sapi Peranakan Ongole,Pola Pemeliharaan,Produktivitas, Productivity, Group System, Ongole Grade Cattle