TINGKAT AGRESIVITAS MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DAN PERSEPSI PENGUNJUNG DI KAWASAN TLOGO MUNCAR KALIURANG, TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI PASCA DUA TAHUN PANDEMI COVID-19
GANGGA YAN ANUGRAH, Dr. drh. Hery Wijayanto, MP.
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANMonyet ekor panjang/MEP (Macaca fascicularis) merupakan hewan yang memiliki kemampuan interaksi dan adaptasi sangat baik, seperti MEP pada kawasan Tlogo Muncar yang terbiasa berinteraksi dengan pengunjung. Kebiasaan pengunjung memberi pakan menginisiasi perilaku agresif dari monyet ekor panjang yang terbagi kedalam tiga kelompok yaitu Kelompok Air Terjun, Kelompok Joglo Trubus dan Kelompok Mushola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengunjung dan perubahan tingkat agresivitas perilaku monyet ekor panjang di Kawasan Tlogo Muncar, Taman Nasional Gunung Merapi pasca dua tahun pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan dengan metode scan sampling dan dilanjutkan focal sampling. Perilaku agresif dikelompokkan dalam empat kategori menurut Wijayanto (2015), yaitu; berani mendekat, berpotensi menyerang secara fisik dan mencuri barang atau makanan dari depan (agresif 1), mencuri barang atau makanan dari samping atau belakang (agresif 2), berani mencuri barang atau makanan saat pengunjung lengah (agresif 3), berani mendekat jika diberi pakan dan hanya mencari sisa makanan di tempat pembuangan (agresif 4). Penelitian persepsi pengunjung dilakukan dengan membagikan kuisioner secara acak pada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan, perilaku agresif 1 umumnya dilakukan oleh monyet jantan dewasa. Namun, dominasi perilaku agresif adalah hanya berani mendekat jika diberi pakan dan mencari sisa makanan di tempat pembuangan (agresif 4). Hasil kuisioner terdapat penurunan pemahaman responden mengenai penularan penyakit dari monyet ekor panjang ke manusia, namun sebagian besar dari mereka setuju jika interaksi pengunjung dan monyet ekor panjang dibatasi pada lokasi khusus di kawasan wisata.
Long-tailed macaque (Macaca fascicularis) are able to interact and adapt well, like the long-tailed macaca in the Tlogo Muncar area, that is accustomed with visitors. Often feeding by visitors initiates aggressive behaviour of long-tailed macaque that divided into three groups; Kelompok Air Terjun, Kelompok Joglo Trubus, and Kelompok Mushola. The study aim is focus on the visitor’s perception and the level of aggressiveness behaviour of long-tailed macaque at Tlogo Muncar area, Taman Nasional Gunung Merapi after two years of COVID-19 pandemic. The observation method used were scan sampling method and continued focal sampling. Aggressive behaviors of long-tailed macaque were grouped into 4 categories according to Wijayanto (2015), that were dare to approach, potentially physically attack and stealing goods or food from the front (aggressive 1), stealing goods or food from behind or side (aggressive 2), dare to stealing goods or food when the visitor is off guard (aggressive 3), dare to approach when fed and only looks for food waste in the dump (aggressive 4). The research of visitor’s perception was conducted by randomly distributed questionnaires to 100 respondents. The result shows that aggressive behavior level 1 generally was carried out by adult male long-tailed macaque. However, the dominance of aggressive behavior is only occurring if they are fed by visitors and looks for the leftover foods (aggressive 4). Based on the results, there is decreasing in respondents understanding of the transmission of the disease from long-tailed macaque to humans, but most of them are agreed that the interaction of them should be limited at special location inside the park.
Kata Kunci : Monyet ekor panjang, Persepsi Interaksi, Tingkat agresivitas, Tlogo Muncar.