Laporkan Masalah

The Flouting of Gricean Maxims by Donald Trump and Joe Biden in the 2020 United States Presidential Debates

ENI SULISTIYOWATI, Dr. Tofan Dwi Hardjanto, M.A.

2022 | Skripsi | S1 SASTRA INGGRIS

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis dan fungsi dari pelanggaran maksim Grice dalam debat presiden terbaru Amerika Serikat tahun 2020 antara Donald Trump dan Joe Biden. Data tersebut terdiri dari ujaran-ujaran yang disampaikan oleh kedua kandidat pada debat presiden pertama dan terakhir yang terindikasi telah memenuhi kriteria pelanggaran maksim percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 150 kejadian pelanggaran maksim yang dihasilkan oleh Donald Trump dan Joe Biden. Pelanggaran maksim kualitas menjadi jenis maksim yang paling sering dilanggar dengan total 118 kejadian (78,67%) diikuti oleh pelanggaran maksim relasi dengan 14 kejadian (9,33%), pelanggaran maksim kuantitas dengan 10 (6,67%), dan pelanggaran maksim sikap dengan 8 kejadian (5,33%). Lebih lanjut, sejumlah 10 fungsi pelanggaran maksim ditemukan dalam penelitian ini. Fungsi untuk mengkritik seseorang menjadi fungsi yang paling sering digunakan dengan total 66 kejadian (44%) diikuti oleh untuk menyinggung seseorang dengan 27 kejadian (18%), untuk meyakinkan orang dengan 23 kejadian (15,33%), untuk menghindari mengatakan sesuatu dengan 16 kejadian (10,67%), untuk menyombongkan diri dengan 9 kejadian (6%), untuk mendapatkan empati dari orang dengan 5 kejadian (3,33%), dan untuk mengurangi kesenangan orang lain dengan 4 kejadian (2,67%). Fungsi lainnya: untuk menunjukkan kesantunan, untuk menciptakan humor, dan untuk mengekspresikan kedekatan tidak muncul dalam pelanggaran maksim percakapan oleh kedua kandidat. Dari 150 kejadian pelanggaran maksim ini, Donald Trump merupakan kandidat yang tampak lebih sering melanggar maksim dengan total 89 token daripada Joe Biden dengan total 61 token. Lebih lanjut, fenomena pelanggaran maksim tidak selalu dapat diterapkan pada wacana apa pun. Hal ini dikarenakan dalam sebuah debat, para kandidat diharapkan memberikan jawaban yang komprehensif. Oleh karena itu, terdapat suatu kekhasan dalam analisis pelanggaran maksim kuantitas terutama pada strategi memberikan informasi yang terlalu banyak atau terlalu sedikit di mana hal tersebut tidak dapat dianalisa secara harfiah. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa para kandidat melanggar maksim dengan beragam fungsi karena tujuan utama mereka adalah untuk mendapatkan suara rakyat di pemilu mendatang.

The present research attempted at investigating the types and functions of the flouting of the Gricean maxims in the latest 2020 United States presidential debate between Donald Trump and Joe Biden. The data consisted of the utterances conveyed by the two candidates in the first and final of the debates which were indicated to fulfill the criteria of flouting the conversational maxims. The results show that there are in total 150 tokens of maxim flouting produced by Donald Trump and Joe Biden. Flouting of quality maxim appears to be the most frequently type of maxim flouted with total 118 tokens (78.67%) followed by maxim flouting of relation with 14 tokens (9.33%), maxim flouting of quantity with 10 tokens (6.67%), and maxim flouting of manner with 8 tokens (5.33%). Furthermore, a total of 10 functions of maxim flouting were identified in the present research. The function to criticize someone appears to be the most frequently function used with total 66 tokens (44%) followed by to offend someone with 27 tokens (18%), to convince people with 23 tokens (15.33%), to avoid saying something with 16 tokens (10.67%), to show off with 9 tokens (6%), to gain empathy from others with 5 tokens (3.33%), and to reduce other people’s enjoyment with 4 tokens (2.67%). The other functions: to show politeness, to create humor, and to express intimacy did not appear in any of the candidates’ flouting of the conversational maxims. Of these 150 tokens of maxim flouting, Donald Trump appeared to flout the maxims more frequently with total 89 tokens than Joe Biden did with total 61 tokens. Additionally, it is important to note that the phenomenon of maxim flouting does not always seem to be applicable in any discourse. This was because in a debate, the candidates are expected to give comprehensive answer. As a result, there is a certain characteristic in the analysis of maxim flouting of quantity particularly the strategy of giving either too much or little information which cannot be examined literally in the debate’s dialogue. Overall, these findings indicate that the candidates flouted the maxims for various functions as their main reason was to gain the people’s votes in the future election.

Kata Kunci : maxim flouting, function of maxim flouting, presidential debate, Donald Trump, Joe Biden

  1. S1-2022-424850-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424850-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424850-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424850-title.pdf