ANALISIS INTEGRASI SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN TANAMAN PANGAN DENGAN PENDEKATAN ZERO WASTE DI KELOMPOK TARUNA MANDIRI NGEMPLAK SLEMAN
DIAS PUTRI SARASWATI, Dr. Ir. Tri Anggraeni Kusumastuti, SP., MP., IPM. ; Prof. Dr. Ir. Rini Widiati, MS., IPU.
2022 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANTaruna Mandiri merupakan salah satu kelompok ternak yang menerapkan sistem pertanian terpadu melalui integrasi tanaman pangan dan ternak sapi Peranakan Ongole. Penelitian ini bertujuan untuk analisis pendapatan, analisis kelayakan usaha, dan identifikasi model integrasi sapi PO dan tanaman pangan. Lokasi penelitian di Kelompok Taruna Mandiri, Ngemplak, Sleman dengan pertimbangan jumlah anggota ternak sapi PO terbesar di Kecamatan Ngemplak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2022. Pengambilan sampel peternak secara sensus sebanyak 40 orang. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan pengambilan data primer di lapangan menggunakan alat bantu kuisioner, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan instansi yang berhubungan dengan topik penelitian. Analisis bersifat deskriptif kuantitatif. Analisis pendapatan dengan menghitung selisih penerimaan dan biaya dilanjutkan dengan pembuatan cashflow. Pengukuran kelayakan dengan metode BCR, NPV, IRR dalam jangka waktu 5 tahun berdasarkan sewa lahan dan suku bunga 7%. Model integrasi sapi PO dan tanaman pangan digambarkan dalam bentuk diagram alir. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pendapatan sistem integrasi pembibitan dengan tanaman Rp 54.558.854/peternak/tahun atau Rp 9.725.286/ekor/tahun atau Rp 19.485.305/UT/tahun. Pendapatan sistem integrasi penggemukan dengan tanaman Rp 25.721.690/peternak/tahun atau Rp 5.780.155/ekor/tahun atau Rp 15.494.994/UT/tahun. Usaha sistem integrasi pembibitan dan penggemukan dengan tanaman layak diusahakan dengan NPV (Peternak) Rp 205.488.479 dan Rp 87.250.411, NPV (Ekor) Rp 36.628.962 dan Rp 19.606.834, BCR 1,5 dan 1,2, serta IRR 134% dan 62%. Berdasarkan perhitungan Break Even Point (BEP) dalam satuan ekor maka dukungan kepemilikan ternak untuk sistem pembibitan dan penggemukan masing-masing sebanyak 3 ekor, sedangkan minimum harga jual untuk pembibitan Rp 29.006.439/ekor dan penggemukan Rp 33.416.997/ekor.
Taruna Mandiri is one of the cattle groups that implement an integrated farming system through the integration of food crops and ongole crossbeed cattle. This study aimed to analyze income, feasibility, and to identify the integration model of ongole crossbeed cattle and food crops. This research was done in February to March 2022 in Taruna Mandiri, Ngempak, Sleman Regency. Taruna Mandiri was chosen with the consideration of the largest number of members of ongole crossbeed cattle in Ngemplak District. The sampling of the respondents were taken by sensus method to the 40 samples of the farmers. The survey method was used to collect primary data from farmers by observation with quitionnare and secondary data from Statistics Indonesia (BPS) and related institute. The analysis is descriptive quantitative. The income analysis by calculating the difference between revenues and costs followed by making cashflow. The analysis of financial feasibility criteria using Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) within 5 years based on land lease and interest rate of 7%. The integration model of PO cattle and food crops is described in the form of a flow chart. Based on the results of the study, the income of the breed and crops integration system is IDR 54,558,854/farmer/year, IDR 9,725,286/cattle/year, IDR 19,485,305 /AU/year. The income of this fattening and crops integration system is IDR 25,721,690/farmer//year, IDR 5,780,155/cattle/year, IDR 15,494,994/AU/year. The business of integrating breeding and fattening systems with crops feasible NPV (Farmer) of IDR 205,488,479 and IDR 87,250,411, NPV (Cattle) of IDR 36,628,962 and IDR 19,606,834, BCR 1.5 and 1.2, IRR 134 % and 62%. Based on the calculation of the Break Even Point (BEP) in units of head, the support for cattle ownership for the breeding and fattening system is 3 heads each, while the minimum selling price for breeding is IDR 29,006,439/cattle and fattening is IDR 33,416,997/cattle.
Kata Kunci : Integrasi sapi PO dan tanaman pangan, Kelayakan usaha, Pendapatan, Sapi Peranakan Ongole