Laporkan Masalah

Gangguan Reproduksi Pada Sapi Potong di Selangor, Malaysia

NUR ILLIYNA, Dr. drh. Surya Agus Prihatno, M. P.

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Efisiensi reproduksi merupakan masalah dunia terutama di negara-negara tropis. Hal ini ditandai dengan peningkatan risiko berkembangnya penyakit dan gangguan terkait parturasi. Hal ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis gangguan reproduksi yang pernah terjadi pada sapi potong betina di Selangor, Malaysia. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara dengan peternak sapi potong dan kemudian peternakan mereka diaamati. Selanjutnya, presentasi dilakukan di Jabatan Perkhidmatan Veterinar, Shah Alam dihadapan pegawai veteriner dan petugas lainnya untuk mendapatkan kelulusan permohonan data dari DVS Malaysia. Hasil dari penelitian ini, didapati jumlah kasus gangguan reproduksi pada sapi potong di Malaysia adalah 1,28% dari total populasi sapi potong di Malaysia. Kasus gangguan reproduksi tertinggi adalah retensi plasenta dan diikuti oleh abortus dan metritis/endometritis. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa gangguan reproduksi pada sapi potong di Selangor, Malaysia masih pada tahap yang rendah.

Reproductive efficiency is a global problem, especially in tropical countries. It is characterized by an increased risk of developing diseases and disorders associated with parturition. This can cause significant economic losses for farmers. The purpose of this study was to determine the types of reproductive disorders that have occurred in female beef cattle in Selangor, Malaysia. The method of this research is by conducting interviews with beef cattle farmers and their farms were observed. Then, the presentation was held at the Veterinary Service Office, Shah Alam in front of the veterinary staff and other officers to obtain the approval of the data request from DVS Malaysia. The result of this study is, the case of reproductive disorders in beef cattle in Malaysia is 1,28% of the totalbeef cattle population in Malaysia. The highest case of reproductive disorder is retained placenta and followed by abortion and metritis/endometritis. From these results, it can be conclude that reproductive disorders in beef cattle in Selangor, Malaysia is still at a low stage.

Kata Kunci : Sapi potong, gangguan reproduksi, retensi plasenta, abortus, metritis/endometritis, Malaysia

  1. S1-2022-432336-abstract.pdf  
  2. S1-2022-432336-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-432336-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-432336-title.pdf