Gambaran Fisiologis Sapi Peranakan Ongole (PO) yang Disinkronisasi Estrus Menggunakan Kombinasi Progesteron-Prostaglandin F2alfa (PGF2alfa) dan Injeksi Ganda PGF2alfa
MARCHELLIA D W, drh. Sri Gustari, M.P.
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANSinkronisasi estrus diterapkan untuk meyerentakkan terjadinya estrus pada sekelompok ternak. Deteksi estrus merupakan parameter penting guna menentukan keberhasilan sinkronisasi estrus, salah satu parameternya adalah kondisi fosiologis ternak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran fisiologis yang meliputi suhu vagina, frekuensi pulsus, dan frekuensi respirasi sapi PO setelah disinkronisasi estrus menggunakan kombinasi progesteron-PGF2alfa dan injeksi ganda PGF2alfa. Penelitian ini menggunakan sepuluh ekor sapi PO betina yang dibagi ke dalam 2 kelompok menjadi 5 ekor per-kelompok. Sapi pada kelompok 1 diberi progesteron menggunakan spons dosis 250 mg/spons pada hari ke 0-6, lalu diinjeksi PGF2alfa 5 ml/ekor dosis 25 mg/ml secara intramuskular pada hari ke-6, selanjutnya pada hari ke 7-9 dilakukan pengamatan estrus. Kelompok 2, sapi diberi perlakuan injeksi ganda PGF2alfa dengan interval 14 hari, selanjutnya dilakukan pengamatan estrus pada hari ke 15-17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu vagina, frekuensi pulsus, dan frekuensi respirasi pada sapi yang disinkronisasi estrus menggunakan kombinasi Progesteron-PGF2alfa dan injeksi ganda PGF2alfa termasuk dalam kondisi normal namun masih di bawah rata-rata sapi yang mengalami estrus.
Estrus synchronization is applied to synchronize the occurrence of estrus in group of cattle. Detection of estrus is an important parameter to determine the success of estrus synchronization, one of the parameters is physiological condition of cattle. This study aims to determine physiological parameters such as vaginal temperature, pulse, and respiration rate of ongole crossbreeds after estrus synchronized using a combination of progesterone-PGF2alfa and double injection of PGF2alfa. This study used ten ongole crossbreeds cattle which were divided into 2 groups consisted of 5 cows per group. Cows in group 1 were given progesterone using a sponge at a dose of 250 mg/sponge on day 0-6, then PGF2alfa 5 ml/head was injected with a dose of 25 mg/ml intramuscularly on day 6, then on day 7-9 the estrus was observed. Group 2, treated with double injection of PGF2alfa with an interval of 14 days, then observed on days 15-17. The results showed that body temperature, pulse, and respiration rate in estrus-synchronized cows using a combination of Progesterone-PGF2alfa and double injection PGF2alfa were in normal conditions but still below the average cow undergoing estrus.
Kata Kunci : sinkronisasi estrus, suhu vagina, frekuensi pulsus, frekuesi respirasi / estrus synchronization, vaginal temperature, pulse rate, respiration rate