Laporkan Masalah

Konsentrasi Hormon Estrogen Dalam Serum Darah Sapi Potong Betina Estrus Yang Mengalami Kawin Berulang Di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

LINTANG FATHONASYIFA, Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Usaha peternakan sapi potong di Indonesia yang sampai saat ini masih menghadapi berbagai masalah gangguan reproduksi salah satunya kawin berulang, dapat mengurangi efisiensi usaha pemulian hewan di masyarakat. Data konsentrasi hormon reproduksi seperti hormon estrogen diperlukan sebagai salah satu indikator untuk menilai kualitas kesehatan reproduksi ternak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi hormon estrogen pada serum darah sapi potong betina saat estrus pada sapi yang mengalami kawin berulang di kelompok ternak Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan sapi potong jenis Simental, Peranakan Ongole (PO), Peranakan Limousin (PL), dan Simental-Peranakan Ongole (SIMPO) yang mengalami kawin berulang (repeat breeding). Darah diambil dari 17 ekor sapi potong melalui arteri coccygea atau vena jugularis yang kemudian diambil serumnya dan dilakukan pengukuran kadar estrogen dengan menggunakan metode ELISA. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Microsoft excel dan analysis of varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi hormon estrogen rata-rata pada sapi potong yang mengalami kawin berulang pada saat estrus sebesar 23,03±5.31 pg/ml. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0,05) diantara jenis sapi potong yang berbeda. Kesimpulan konsentrasi hormon estrogen pada sapi potong yang mengalami kawin berulang pada saat estrus sekitar 23,03±5.31 pg/ml.

Beef cattle breeding business in Indonesia is still facing various reproductive problems one of which is repeat breeding, can reduce the efficiency of animal husbandry in the community. Data concentration of reproductive hormones such as estrogen hormones is needed as one of the indicators to assess the quality of reproductive health of livestock. The purpose of this research was to determine the concentration of the estrogen hormone in the blood serum of beef cattle during estrus in cows undergoing repeat breeding in the livestock group of Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. This study used Simental, Peranakan Ongole (PO), Peranakan Limousin (PL) and Simental-Peranakan Ongole (SIMPO) breeds that experienced repeat breeding. Blood was taken from 17 beef cattle through the coccygeal artery or jugular vein, then the serum was taken and the estrogen level was measured using the ELISA method. The data obtained were analyzed using Microsoft excel and analysis of variance (ANOVA). The results showed that the average concentration of estrogen in beef cattle that experienced repeat breeding during estrus is 23.03±5.31 pg/ml. Statistical analysis showed no significant difference (p>0.05) between different beef cattle breeds. The conclusion of the estrogen hormone concentration in beef cattle that experienced repeat breeding at the time of estrus is about 23.03±5.31 pg /ml. Key word : ELISA, Estrogen, Repeat breeding

Kata Kunci : ELISA, Estrogen, Kawin Berulang/ELISA, Estrogen, Repeat breeding

  1. Abstrak dan Abstract.pdf  
  2. S1-2022-430067-abstract.pdf  
  3. S1-2022-430067-bibliography.pdf  
  4. S1-2022-430067-tableofcontent.pdf  
  5. S1-2022-430067-title.pdf