Pengaruh Pemberian Kombinasi Senyawa Tanin dan Papain Terhadap Berat Badan Ayam Petelur yang Terinfeksi Cacing Ascaridia galli
SHAFA TASHA NABILAH, Dr. drh. Ana Sahara, M.Si.
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPermintaan ayam petelur untuk pemenuh kebutuhan protein masyarakat Indonesa semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu permasalahan yang sering ditemui dalam usaha ternak ayam petelur di Indonesia adalah adanya infeksi nematoda, Ascaridia galli. Maraknya penggunaan antekmintik herbal sebagai alternatitif penanganan nematodasis pada ayam untuk mencegah adanya residu pada agen infeksi yang ditimbulkan antelmintik sintetik, menjadikan pentingnya mengetahui pengaruh antelmintik berbahan herbal tersebut terhadap peningkatan berat badan ayam. Penelitian ini menggunakan 20 ekor ayam petelur bergalur Lohmann Brown betina berumur 12 minggu. Seluruh ayam diinfeksi dengan telur infektif Ascaridia galli secara per oral. Ayam yang telah terinfeksi selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan terapi yang diberikan. Kelompok A diberi antelmentik herbal mengandung kombinasi senyawa tanin dan papain melalui air minum dan kelompok B diberi antelmentik dengan kandungan piperazine sebagai pembanding melalui air minum. Penghitungan egg per gram (EPG) dilakukan pada pemeriksaan sampel feses dengan metode sentrifugasi dan McMaster. Ayam yang telah diberi terapi antelmintik kemudian dilakukan penimbangan berat badan. Hasil perhitungan selisih berat badan dianalisis dengan perangkat lunak Statistical Product and Service Solution (SPSS) dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi senyawa tanin dan papain memiliki aktivitas anti cacing terhadap perkembangan berat badan ayam petelur yang terinfeksi Ascaridia galli.
The demand for laying hens for protein needs of the Indonesian people are increasing every year. One of the problems that are often encountered in laying hens in Indonesia is the Ascaridia galli nematode infection. The widespread use of herbal anthelmintics as an alternative treatment of nematodiasis in chickens to prevent any residues on infectious agents caused by synthetics anthelmintics makes it important to know the effect of these herbal anthelmentics on the increasing of the chicken body weight. This study uses 20 Lohman Brown laying hens at the age of 12 weeks. All chickens were infected with Ascaridia galli eggs orally. The infected chickens were then divided into two groups according to the given therapy. Group A was given herbal anthelmintics containing a combination of tannin and papainn compound given through drinking water. Group B was given anthelmintics containing piperazine as a given through drinking water as a comparison. Eggs per gram count method was carried out on faecal examination by sentrifuse and Mcmaster. Chickens that have been gien anthelminntic therapy are then weighed. Results then were analyzed using Statistical Product and Service Solution (SPSS) software and continued with Mann-Whitney test. The results showed that the combination of tannin and papain compounds has anti-worm activity on the weight development of layer chickens infected with Ascaridia galli.
Kata Kunci : Ascaridia galli, ayam petelur, egg per gram, tanin, papain, piperazine.