Pengaruh Penggunaan Tepung Kacang Ratu BW dalam Ransum Ayam Petelur terhadap Persentase Lemak Abdominal, Kolesterol Darah dan Telur
YOGA MICHOLA JODHI I, Dr. Ir. Heru Sasongko, MP.
2022 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung Kacang Ratu BW dalam ransum ayam petelur terhadap lemak abdominal, kolesterol darah dan telur. Sebanyak 108 ekor ayam petelur Hy-line dikandangkan secara individual dibagi menjadi tiga perlakuan dan enam ulangan, setiap ulangan terdiri atas enam ekor ayam. Perlakuan yang diterapkan adalah A0 : 100% pakan basal, A1 : 99% pakan basal + 1% tepung Kacang Ratu BW dan A3 : 97% pakan basal + 3% tepung Kacang Ratu BW. Pemberian pakan dan minum dilakukan secara ad libitum. Penelitian dilakukan selama tiga periode dan setiap periode terdiri atas 28 hari. Parameter yang diukur adalah persentase lemak abdominal dan kolesterol darah yang dianalisis pada akhir periode serta kolesterol telur yang dianalisis tiga hari terakhir pada setiap periode. Data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA berdasarkan Rancangan Acak Lengkap Pola Searah untuk persentase lemak abdominal dan uji kolesterol darah. Uji kolesterol telur dan periode pemeliharaan dianalisis menggunakan Rancang Acak Lengkap Pola Faktorial dengan perangkat lunak personal komputer Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25.0. Apabila hasil berbeda secara nyata dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Kacang Ratu BW tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap persentase lemak abdominal, kolesterol darah dan kolesterol telur, sedangkan periode pemeliharaan menunjukkan kolesterol telur yang semakin menurun (P<0,01). Tidak terdapat interaksi antara pemberian Kacang Ratu BW dengan umur ayam.
The research was conducted to determine the effects of Kacang Ratu BW meal in diets of laying hens on abdominal fat pad, blood and egg cholesterol of laying hens. A total of 108 Hy-Line Brown hens were randomly divided into three treatments with six replications and every replication consisted six hens. The treatments were used A0 : 100% basal diet, A1 : 99% basal diet + 1% Kacang Ratu BW and A3 : 97% basal diet + 3% Kacang Ratu BW. Feed and water were provided ad libitum method. The research was conducted for three periods of 28 day for each period. The variable observed were egg cholesterol recorded every period. Meanwhile, blood cholesterol and abdominal fat pad recorded in last period. The data were analyzed by one way analysis for abdominal fat pad and blood cholesterol, while the egg cholesterol analyzed by factorial of classification of variance analysis (ANOVA) between Kacang Ratu BW and period of treatment followed by testing significant means Duncan�s Multiple Range Test by the Program of Statistical Package for Social Science version 25.0. The results showed that Kacang Ratu BW meal in diets was not significant different for abdominal fat pad, blood cholesterol and egg cholesterol, while the period of treatment decreased the egg cholesterol (P<0,01). There was no interaction between Kacang Ratu BW and period of treatment.
Kata Kunci : Alfalfa, Laying Hens, Cholesterol, Abdominal Fat Pad