Laporkan Masalah

Gambaran Leukosit dalam Darah dan Jaringan Kulit Tikus dengan Luka Insisi menggunakan Skalpel dan Elektrokauter

TAKI ZATA AMANI, drh. Rr. Devita Anggraeni, M.P., Ph.D.

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh yang berperan dalam perlindungan terhadap agen kimia dan patogen. Sebagai organ pelindung, kulit rentan terkena luka yang dapat disebabkan oleh trauma baik disengaja atau tidak disengaja. Pada saat operasi, pembuatan luka insisi dapat dilakukan dengan menggunakan elektrokauter karena mampu meminimalisir pendarahan dan mengurangi waktu pembuatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyembuhan luka insisi yang disebabkan oleh skalpel dan elektrokauter, meliputi jumlah leukosit dalam darah dan jaringan kulit tikus. Penelitian ini menggunakan 8 ekor tikus Wistar jantan berusia 3 bulan yang dibagi menjadi 2 kelompok (A dan B), masing-masing terdiri dari 4 ekor. Seluruh tikus dianestesi menggunakan campuran ketamin (50 mg/kg) dan xylazine (5 mg/kg) secara intramuskular. Setelah teranestesi, tikus kelompok A dibuat luka insisi menggunakan skalpel dan kelompok B dibuat luka insisi menggunakan elektrokauter. Luka dibuat pada area punggung sepanjang lebih kurang 1.5 cm dengan kedalaman mencapai subkutan. Setelah lima hari, seluruh tikus kembali diberi anestesi dan dilakukan pengambilan darah dari mata menggunakan mikrohematokrit untuk pemeriksaan total leukosit darah. Setelah itu, jaringan kulit luka diambil dan dimasukkan dalam formalin 10% untuk pembuatan histopatologi dengan pengecatan hematoxylin-eosin. Perhitungan leukosit jaringan dilakukan dengan cara menghitung jumlah leukosit dalam 6 bidang pandang yang berbeda di bawah mikroskop dengan perbesaran 1000x. Hasil leukosit darah dan jaringan dianalisis dengan One-way ANOVA. Hasil pemeriksaan leukosit dalam darah tikus kelompok A (15.025 lebih kurang 0.93) dan tikus kelompok B (13.575 lebih kurang 1.22) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan (p>0.05). Sedangkan jumlah leukosit pada jaringan tikus kelompok A (51.25 lebih kurang 15.15) dan tikus kelompok B (64.75 lebih kurang 6.08) juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0.05). Kesimpulan, luka insisi akibat skalpel maupun elektrokauter tidak mempengaruhi leukosit dalam darah dan jaringan luka.

The skin is the largest organ protecting the body from chemicals and pathogenic agents. As a protective organ, the skin is prone to injuries caused by trauma, either intentionally or unintentionally. During surgery, creating an incision wound can use electrocautery because of its ability in minimizing bleeding and reduce the time of wound creation. This research was aimed to study the healing process of incision wounds caused by scalpel and electrocautery, which covered total leucocyte in blood and skin tissue. This study was used 8 male Wistar rats at 3 months of age which divided into 2 groups of 4 (A and B) . Rats were anesthetized with a mixture of ketamine (50 mg/kg) and xylazine (5 mg/kg) intramuscularly. Group A was incised using scalpel and group B was incised using electrocautery. The wounds were made at the back area with plus minus 1.5 cm length and the depth was up to the subcutaneous layer. After five days, rats were put anesthetized and blood were taken from the eyes using microhematocrit for leukocyte analyses. After that, the wound skin tissue was taken and put in 10% formalin for histopathologic analysis using hematoxylin-eosin. The calculation of tissue leukocytes was carried out by calculating the number of leukocytes in 6 different fields of view under a microscope with 1000x magnification. The results of blood and tissue leukocytes were analyzed using One-way ANOVA. The results of the examination of leucocytes in blood of rats from group A (15.025 plus minus 0.93) and rats from group B (13.575 plus minus 1.22) showed no significant differences. Meanwhile, the number of leucocytes in skin tissues of rats from group A (51.25 plus minus 15.15) and rats from group B (64.75 plus minus 6.08) also showed no significant differences (p>0.05). In conclusion, incision wounds due to scalpels and electrocautery did not affect the number of leukocytes in the blood and wound tissue.

Kata Kunci : Kulit, luka, penyembuhan luka, skalpel, elektrokauter, leukosit

  1. S1-2022-427365-abstract.pdf  
  2. S1-2022-427365-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-427365-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-427365-title.pdf