Potensi Ekstrak Etanolik Kemangi (Ocimum sanctum Linn.) sebagai Penghambat Kanker Payudara secara In Vitro dengan Sel MCF-7
NUR AZIZAH KHUSNUL K, Dr.med.vet.drh. Hevi Wihadmadyatami, M.Sc
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANKanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang paling banyak terjadi pada wanita. Pengobatan kanker yang umum dilakukan adalah kemoterapi dengan cisplatin. Namun, penggunaan cisplatin memiliki beberapa keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanolik Ocimum sanctum Linn. (EEOS) sebagai agen kemoprevensi pendamping kemoterapi secara in vitro dengan sel MCF-7. EEOS dibuat dengan maserasi terhadap simplisia kering dalam larutan etanol 96%. Kultivasi sel MCF-7 dilakukan pada media Dulbecco Modified Eagle Medium (DMEM) yang ditambahkan fetal bovine serum (FBS) 10%, Penisillin-streptomisin 2%, Amphotericin 0,5%, dan Non-Essential Amino Acid (NEAA) 1%. Penelitian ini dilakukan dengan membagi beberapa kelompok perlakuan, yaitu non-treated (NT), sel dengan pemberian EEOS pada konsentrasi bertingkat 50, 100, 150, 200, 250 mikrogram/ml, dan sel dengan pemberian cisplatin pada konsentrasi 35 mikrogram/ml. Pengujian yang dilakukan terhadap hasil perlakuan yaitu uji sitotoksisitas dengan uji MTT, uji viabilitas dan adhesi sel dengan uji CCK-8, pengukuran kadar Reactive Nitrogen Species (RNS) dengan uji Griess, dan pengamatan morfologi sel menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan aktivitas sitotoksik EEOS terhadap sel MCF-7 memiliki nilai IC50 sebesar 225,1 mikrogram/ml. Hasil penelitian juga menunjukkan kemampuan EEOS untuk menghambat viabilitas dan adhesi dari sel MCF-7 optimal pada konsentrasi 250 mikrogram/ml dan EEOS mampu meningkatkan ekspresi Reactive Nitrogen Species (RNS) sehingga dapat menstimulasi induksi apoptosis pada sel MCF-7. EEOS juga menyebabkan perubahan morfologi sel MCF-7 yang tampak pada pengamatan SEM.
Breast cancer is the most common malignancy of breast tissue in women. The most common cancer treatment is chemotherapy using cisplatin with some limitations. This study aims to determine the potential of the Ethanolic Extract of Ocimum sanctum Linn. (EEOS) as a chemoprevention agent of chemotherapy in vitro model with an MCF-7 cell line. EEOS was prepared by macerating dry simplicia in ethanol solution 96% MCF-7 cell cultivation was carried out on Dulbecco Modified Eagle Medium (DMEM) with 10% Fetal Bovine Serum (FBS), 2% Penicillin-streptomycin, 0.5% Amphotericin and Non-Essential Amino Acid (NEAA) 1% This research was conducted by dividing several treatments into groups as Non-Treated (NT), cells with EEOS at concentrations of 50, 100, 150, 200, 250 microgram/ml, and cells with cisplatin at a concentration of 35 microgram/ml. The results were then used for further assays such as cytotoxicity test with MTT test, viability and adhesion test with CCK-8 test, Reactive Nitrogen Species (RNS) measurement with Griess test, and cell morphology observations using Scanning Electron Microscope (SEM). The results showed that the cytotoxic activity of EEOS against MCF-7 cells had an IC50 value of 225,1 microgram/ml. The result also showed the ability of EEOS to inhibit the viability and adhesion of optimal MCF-7 cells at a concentration of 250 microgram/ml and increased the expression of Reactive Nitrogen Species (RNS) so as to stimulate the induction of apoptosis in MCF-7 cells. EEOS also caused changes in the morphology of MCF-7 cells that were seen on SEM observation.
Kata Kunci : Ekstrak Etanolik Ocimum sanctum Linn., sel MCF-7, viabilitas, adhesi, RNS, morfologi