Laporkan Masalah

Ibu dan anak :: Kajian mortalitas dan perilaku sehat di Keresidenan Kedu 1830-1870

MOORDIATI, Dr. Bambang Purwanto, MA

2003 | Tesis | S2 Sejarah

Kematian merupakan salah satu unsur penting dalam bidang kependudukan selain kelahiran dan migrasi. Di dalam perkembangannya unsur kematian memiliki peranan penting yang digunakan sebagai salah satu alat serta sarana dalam melihat tingkat kesejahteraan maupun kemakmuran suatu wilayah. Masalah kematian menjadi sangat kompleks manakala tidak hanya menyangkut faktor penyebab kematian, melainkan juga melibatkan kondisi serta keadaan penduduk termasuk didalamnya para perempuan (ibu) dan anak. Tidak banyak diketahui bahwa kematian anak dan perempuan sepan j ang paruh pertama abad XIX menun j ukkan prosentase yang cukup besar jika dibandingkan dengan laki-laki. Persoalan ini memang tidak terlepas dari keadaan anak-anak serta perempuan (ibu) saat itu terutama ketika keduanya mulai terlibat ke dalam proses dari perubahan maupun perkembangan sosial-ekonomi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa selama berlangsungnya Kultuurstelsel angka kematian pada perempuan (ibu) dan anak mengalami adanya peningkatan yang sangat tinggi. Keadaan yang demikian dialami pula oleh sebagian besar perempuan (ibu) dan anak-anak di Keresidenan Kedu. Banyak faktor yang digunakan sebagai indikator untuk melihat persoalan ini. Selain sebagai akibat dari buruknya tingkat kesehatan penduduk seperti berkembangnya berbagai wabah penyakit malaria, tipus, cacar, kolera maupun buruknya gizi penduduk. Tingginya angka kematian pada perempuan (ibu) dan anak-anak di Kedu selama periode ini juga sebagai akibat tidak langsung dari adanya perluasan sektor perkebunan seperti indigo, kopi, teh, dan tebu. Keberadaan perkebunan-perkebunan ini telah membawa tekanan serta beban yang berat terhadap para perempuan (ibu) dan anak-anak. Bukan hanya menjadikan mereka sebagai pekerja, namun kepentingan serta tingkat kelangsungan hidup mereka menjadi terabaikan.

Mortality is one of the important elements in demography along with natality and migration. In its development, mortality plays an important role as one of means to look at the level of welfare fand prosperity in a region. Mortality issue becomes very complex when it relates to not only the cause but also the condition of the population which includes mother and children. It is well-known that mortality rate of children and mothers during the first half of the nineteenth century was higher than that of man. This is inseparable from the condition of children and women (mothers) at that time, especially when they began to be involved iti social and economic change or development. The research results shows that during the cultivation system, the mortality rate of women (mothers) and children increased very high. This situation was experienced by most women (mothers) and children in Residency Kedu. Many factors may be used as indicators to see this problem. The cause is not only the low quality of their nutrient-intake. A high mortality rate of women and children in Kedu in that period also due to the extention of plantations sector, e.g. indigo, coffee, tea, and sugarcane palantation. It gave heavy burden to women (mothers) and children as they were employed, but

Kata Kunci : Sejarah Indonesia,Karesidenan Kedu 1830,1870,Mortalitas dan Perilaku Sehat, Maternal Mortality, Child's mortality, healty Behaviour


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.