Laporkan Masalah

TINGKAT KEJADIAN INFEKSI KOKSIDIA PADA BURUNG KICAU DI PASAR BURUNG

NUR SALSABILA, Dr. drh. Irkham Widiyono

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Burung kicau banyak digemari oleh masyarakat Indonesia baik untuk dinikmati keindahannya maupun suaranya, sehingga burung kicau juga banyak dijual di toko maupun pasar hewan. Namun burung memiliki resiko terinfeksi koksidia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat infeksi koksidia pada burung kicau yang dijual di pasar dan toko burung di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hewan uji yang digunakan adalah burung kicau yang diperdagangkan pada kandang koloni sebanyak 57 kandang dan kandang individu sebanyak 37 kandang. Burung tersebut terbagi atas lima kelompok feeding guild yaitu herbivora (19), granivora (19), omnivora (31), insektivora (20), dan karnivora (5). Pemeriksaan oosista diidentifikasi dengan menggunakan metode uji Whitlock. Persentase kejadian infeksi koksidia dianalisis secara desktriptif. Hasil pemeriksaan menunjukan 28 (30%) terinfeksi koksidia. Berdasarkan manajemen perkandangan, infeksi koksidia terjadi pada kandang kelompok sebesar 35%, dan kandang individu sebesar 26%. Berdasarkan kondisi dan frekuensi pembersihan kandang, infeksi koksidia terjadi pada kandang kotor yang dibersihkan 2 sampai 3 hari sekali (75%) dan kandang bersih yang dibersihkan setiap hari (25%). Berdasarkan kategori feeding guild, persentase kejadian infeksi koksidia pada burung kicau herbivora (47,4%), omnivora (41,9%), granivora (15,7%), insektivora (15%), dan karnivora (0%). Ditemukan derajat infeksi pada level rendah (78,57%), sedang (10,71%) dan tinggi (10,71%). Dapat disimpulkan bahwa kejadian infeksi koksidia pada burung kicau cukup tinggi dengan kecenderungan kejadian yang lebih besar pada hewan yang yang dipelihara dalam kandang kelompok, kondisi kandang yang kotor dan berasal dari golongan herbivora, serta paling banyak pada terjadi pada derajat infeksi rendah. Kata kunci: Burung kicau, infeksi koksidia, kandang kelompok, kandang individu, feeding guild

Chirping birds are much loved by the people of Indonesia both for their beauty and sound, so chirping birds are also widely sold in shops and animal markets. However, birds are at risk of being infected with coccidia. This study aims to determine the level of coccidia infection in chirping birds sold in markets and bird shops in various areas in the Special Region of Yogyakarta. There were 94 samples of chirping bird faeces which were taken and tested at the BBVet Wates Laboratory using the Whitlock method. The results of the examination showed that 28 (30%) birds were infected with coccidia. The percentage of coccidia infection in chirping birds kept in group cages was 35%, and those kept in individual cages was 26%. The percentage of coccidia infection in birds kept in dirty cages which were cleaned every 2-3 days had a yield of 75% and the remaining 25% came from those kept in clean cages which were cleaned every day. Based on the feeding guild , the percentage of coccidia infection in chirping birds showed 47,4% in herbivores, 41,9% in omnivores, 15,7% in granivores, 15% in insectivore and 0% in carnivores. It can be concluded that the incidence of coccidiasis in chirping birds is quite high with a greater trend of occurrence in animals kept in group cages, in dirty cage conditions and from omnivores and granivores. Key words: Chirping birds, coccidia infection, group cages, individual cages, feeding guild

Kata Kunci : Kata kunci: Burung kicau, infeksi koksidia, kandang kelompok, kandang individu, feeding guild

  1. S1-2022-427351-abstract.pdf  
  2. S1-2022-427351-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-427351-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-427351-title.pdf