KEBIJAKAN PEMERINTAH DKI JAKARTA PADA MASA GUBERNUR ALI SADIKIN (1966 - 1977) DALAM MENANGANI PERKELAHIAN PELAJAR
SUMARDIANTO, Dr. Agus Suwignyo, M.A.
2022 | Skripsi | S1 SEJARAHSalah satu masalah kenakalan remaja di Jakarta yang cukup menonjol pada masa Ali Sadikin adalah perkelahian pelajar. Sebelumnya, pada 1950an perkelahian pelajar dilakukan secara ksatria, yaitu satu lawan satu dengan tangan kosong dan tidak berlanjut sampai melukai. Namun, pada masa Ali Sadikin perkelahian pelajar mengalami perubahan. Perkelahian pelajar dilakukan secara massal, keroyokan, bahkan sampai menimbulkan berbagai kerugian seperti pengrusakan fasilitas publik, fasilitas pendidikan, dan timbulnya korban jiwa. Oleh sebab itu, perkelahian pelajar menjadi masalah serius yang mendapat perhatian oleh berbagai pihak. Penelitian ini membahas tentang penanganan perkelahian pelajar di Jakarta pada masa Ali Sadikin. Metode penelitian sejarah terdiri dari tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, kemudian historiografi. Penelitian ini menggunakan sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang dimaksud adalah sumber-sumber seperti arsip, foto, koran-koran serta majalah sezaman, dan wawancara. Sementara itu, sumber sekunder berupa artikel, buku, jurnal, laporan/penelitian ilmiah, video YouTube, statistik, serta berbagai sumber kredibel lain yang diperoleh secara daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha Pemerintah DKI Jakarta pada masa Ali Sadikin dalam mengatasi perkelahian pelajar telah dilakukan secara serius. Penanganan dilakukan dengan berbagai usaha dan kebijakan lewat koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian, Militer, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Bakorlantik. Mulai dari upaya preventif melalui pembentukan organisasi pelajar dan remaja hingga upaya kuratif dan tindakan represif berupa operasi razia, penangkapan dan penahanan pelajar, serta menuntut pelajar ke Pengadilan. Dalam pelaksanaannya, usaha pemerintah dalam menangani perkelahian pelajar tidak lepas dari hambatan seperti kurangnya kesadaran dan perhatian dari orang tua, tenaga pendidik, dan pelajar itu sendiri. Dengan demikian, perkelahian pelajar merupakan problem sosial yang sangat kompleks, sehingga dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk memecahkan persoalan tersebut.
One of the problems of juvenile delinquency in Jakarta which was quite prominent during the Ali Sadikin period was student fights. Previously, in the 1950s student fights were carried out in a chivalrous manner, namely one on one with bare hands and did not continue to injure. However, during the Ali Sadikin period, student fights changed. Student fights are carried out massively, gang fights, and even cause various losses such as the destruction of public facilities, educational facilities, and the emergence of fatalities. Therefore, student fights become a serious problem that gets the attention of various parties. This study discusses the handling of student fights in Jakarta during the Ali Sadikin Period. The historical research method consists of stages topic selection, heuristics, verification, interpretation, then historiography. This research uses primary and secondary sources. Primary sources in question are sources such as archives, photographs, contemporary newspapers and magazines, and interviews. Meanwhile, secondary sources are articles, books, journals, scientific reports/research, YouTube videos, statistics, and various other credible sources obtained online. The results of this study indicate that the efforts of the DKI Jakarta Government during the Ali Sadikin period in overcoming student fights have been taken seriously. Handling is carried out with various efforts and policies through coordination with related parties such as the Police, Military, Education and Cultural Departments, to the Bakorlantik. Starting from preventive efforts through the formation of student and youth organizations to curative and repressive measures in the form of raid operations, arrests and detentions of students, as well as taking students to court. In practice, the government's efforts to deal with student fights cannot be separated from obstacles such as the lack of awareness and attention from parents, educators, and students themselves. Thus, student fighting is a very complex social problem, so it takes a long time to solve the problem.
Kata Kunci : Ali Sadikin, Kebijakan, Perkelahian Pelajar