PENGARUH FERTILITAS TERHADAP PARTISIPASI TENAGA KERJA PEREMPUAN MENIKAH DI INDONESIA
REISSA AMARIS S, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D
2022 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIFertilitas memiliki peran dalam keputusan penawaran tenaga kerja bagi perempuan. Penting bagi seorang perempuan untuk mengalokasikan waktu yang dimiliki untuk merawat anak sebagai input kualitas anak, sehingga dapat dikatakan bahwa fertilitas memberikan keterbatasan bagi perempuan untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pengaruh fertilitas terhadap partisipasi tenaga kerja perempuan menikah di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melakukan analisis pengaruh fertilitas terhadap partisipasi tenaga kerja perempuan berdasarkan capaian pendidikan dan wilayah. Estimasi dalam penelitian ini menggunakan data panel dari Indonesian Life Family Survey (IFLS) gelombang 4 dan 5 dengan menggunakan pendekatan instrumental variable (IV). Hasil penelitian adalah bahwa fertilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jenis pekerjaan dan jumlah jam kerja perempuan. Kedua, pengaruh fertilitas terhadap partisipasi tenaga kerja perempuan hanya dirasakan bagi perempuan dengan pendidikan rendah, sementara tidak berpengaruh signifikan bagi perempuan yang memiliki pendidikan tinggi. Ketiga, pengaruh fertilitas lebih besar bagi perempuan yang tinggal di desa dibandingkan dengan perempuan yang tinggal di kota.
It is commonly assumed that fertility has a significant role in female labor choices. Women need to reconcile work with raising children by allocating time as input for children’s quality. Hence, it may be argued that fertility poses limitations for working. This study aims to look at the effect of fertility on female labor force participation of married women in Indonesia. In addition, this study also aims to look at the effect of fertility on married female labor force participation based on educational attainment and household location. The estimation in this study was carried out by using panel data from Indonesia Family Life Survey (IFLS) with an instrumental variable (IV) approach. The results show that fertility has a significant impact on female labor force participation by increasing the probability of women working in the informal sector and reducing their hours worked. In line with the previous study, the results also show that fertility has a significant negative impact on female labor force participation only for women with low educational attaintment. Lastly, the results also show that, due to fertility, women who reside in rural areas have a higher probability of working in the informal sector and lower hours worked compared to women who reside in urban.
Kata Kunci : fertilitas, jumlah anak, partisipasi tenaga kerja perempuan, sektor informal dan formal, jam kerja