KESENJANGAN UPAH PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK DAN NONDISABILITAS DI INDONESIA
SHELLA EFELINNA R, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMISecara global, penyandang disabilitas cenderung menganggur dan memiliki upah yang lebih rendah daripada nondisabilitas. Studi ini menganalisis dampak disabilitas terhadap upah penawaran dan kontribusi faktor-faktor yang dapat dijelaskan dan tidak dapat dijelaskan dalam kesenjangan upah antara penyandang disabilitas dan nondisabilitas di Indonesia. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan dalam konteks Indonesia sebelumnya, studi ini hanya berfokus pada penyandang disabilitas sensorik. Jenis disabilitas ini sering dikelompokkan dengan jenis disabilitas lainnya dan mempengaruhi keterampilan komunikasi. Menggabungkan data dari gelombang 4 (2007) dan 5 (2014) Indonesian Family Life Survey, studi ini menemukan bahwa kelompok penyandang disabilitas sensorik memiliki upah yang lebih tinggi daripada nondisabilitas, serta sebagian besar kesenjangan upah tersebut disebabkan oleh komponen yang dapat dijelaskan oleh karakteristik yang diamati.
Globally, people with disabilities tend to be unemployed and have lower wages than people with no disability. This study analyzes the impact of disability on wage offerings and the contribution of explained and unexplained factors in the wage gap between people with disabilities and people with no disability in Indonesia. In contrast to previous research conducted in the Indonesian context, this study only focuses on people with sensory disabilities. This type of disability is often grouped with the other types of disability and affects communication skills. Combining data from wave 4 (2007) and 5 (2014) of the Indonesian Family Life Survey, this study finds that the group of people with sensory disabilities have higher wages than people with no disability and that most of the wage gap is caused by the components that can be explained by the observed characteristics.
Kata Kunci : disabilitas, sensorik, upah